Glukagonoma

by -1 views

Glukagonoma

Glukagonoma merupakan tumor yang menghasilkan hormon glukagon, yang akan menaikkan kadar gula dalam darah dan menyebabkan ruam kulit yang khas.

Sekitar 80% kasus merupakan keganasan. Tetapi mereka tumbuh lambat dan penderita banyak yang bertahan hidup sampai 15 tahun setelah tumor terdiagnosis.
Gejalanya dimulai pada usia 50 tahun. 80% penderitanya adalah wanita.

PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui.

Glukagonoma

GEJALA

Kadar glukagon yang tinggi menyebabkan timbulnya gejala-gejala dari kencing manis (diabetes melitus).

Penderita mengalami penurunan berat badan.

90% penderita memiliki ruam kulit yang bersisik dan berwarna coklat-kemerahan (eritema nekrolitik migrans), dimulai dari selangkangan lalu di daerah bokong, lengan bawah dan tungkai.
Lidah tampak licin, berkilau dan berwarna merah-oranye.
Kulit di sudut bibir juga tampak pecah-pecah.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksan darah (kadar hormon glukagon tinggi) dan pemeriksaan angiografi serta pembedahan eksplorasi perut (untuk menentukan lokasi tumor).

Pemeriksaan darah menunjukkan anemia dan kadar lemak yang rendah.

PENGOBATAN

Pengangkatan tumor melalui pembedahan akan menghilangkan semua gejala.

Jika pengangkatan tumor tidak mungkin dilakukan atau jika tumor sudah menyebar, bisa diberikan obat anti kanker yang akan mengurangi kadar glukagon dan meringankan gejala-gejalanya.

Di seluruh dunia, Octreotide merupakan satu-satunya obat yang dapat mengobati glukagonoma. Octreotide juga bisa menurunkan kadar glukagon, menghilangkan ruam kulit dan mengembalikan nafsu makan, sehingga berat badan bisa kembali normal.

Untuk pasienyang sudah mengalami metastasis luas , obat antiproliferatif hanya digunakan untuk pengobatan paliatif.

Obat anti proliferasi antara lain Everolimus , Sunitinib, Doxorubicin , Fluorouracil , Streptozocin, Dacarbazine

REFERENSI

Leave a Reply

Your email address will not be published.