Gangguan Orgasme

by -2 views

Gangguan Orgasme

Gangguan orgasme adalah lambatnya atau tidak tercapainya klimaks seks (orgasme) walaupun rangsangan seksual cukup lama dan kuat.

Jumlah dan jenis rangsangan yang dibutuhkan untuk orgasme sangat bervariasi antar wanita. Kebanyakan wanita bisa mencapai orgasme saat klitoris terangsang, namun hanya sekitar separuh wanita yang secara teratur dapat mencapai orgasme saat melakukan sanggama. Sekitar 1 dari 10 wanita tidak pernah mencapai orgasme, tetapi banyak dari mereka yang menganggap aktivitas seksual mereka memuaskan.

PENYEBAB

Faktor situasi dan psikologi dapat berperan dalam terjadinya gangguan orgasme, antara lain :

  • Hubungan seksual yang terhenti (pria telah mengalami ejakulasi) sebelum wanita cukup terangsang
  • Tidak cukup pemanasan (foreplay)
  • Kurangnya pemahaman akan bagaimana fungsi organ genitalia masing-masing ataupun pasangannya
  • Komunikasi yang buruk diantara pasangan mengenai seks, misalnya stimulasi apa yang dapat membuat pasangannya menikmati
  • Masalah dalam hubungan dengan pasangan, misalnya konflik tertentu dan kurangnya kepercayaan
  • Kecemasan akan performa seksual
  • Ketakutan menjadi tidak berdaya atau ditinggal oleh pasangannya
  • Pengalaman traumatik secara fisik atau emosional, misalnya riwayat pelecehan seksual
  • Gangguan psikologis, misalnya depresi

Gangguan fisik juga dapat berkontribusi untuk terjadinya gangguan orgasme, misalnya kerusakan saraf (akibat diabetes, cedera medula spinalis, atau multipel sklerosis), serta kelainan organ genitalia. Selain itu, obat-obat tertentu, terutama yang menghambat ambilan serotonin, juga dapat menghambat terjadinya orgasme.

Gangguan Orgasme

GEJALA

Wanita dengan gangguan orgasme tidak mampu mencapai orgasme dengan cara apapun, bahkan ketika mereka melakukan masturbasi atau saat sangat terangsang. Namun, orgasme biasanya tidak tercapai karena wanita tidak cukup terangsang. Kondisi ini bukan termasuk gangguan orgasme. Ketidakmampuan untuk mencapai orgasme dianggap sebagai gangguan hanya jika menyebabkan stress dan mengganggu fungsi seksual. Melakukan hubungan seksual tanpa orgasme terkadang bisa menyebabkan frustasi, bahkan adakalanya ketidaksukaan untuk melakukan aktivitas seksual.

DIAGNOSA

Diagnosa didasarkan pada penjelasan tentang gangguan yang ada. Untuk mengenali penyebab, perlu diketahui bagaimana pengalaman seks dan riwayat kesehatan selama ini, termasuk penggunaan obat-obatan, dan pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN

Berbagai teknik dapat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan, misalnya teknik relaksasi dan latihan untuk memfokuskan sensasi, yaitu dengan saling memberi sentuhan pada pasangannya dengan cara yang menyenangkan. Pasangan dapat mencoba menggunakan stimulus yang berbeda-beda, misalnya dengan fantasi, vibrator, atau video tentang seks.

Edukasi tentang fungsi seksual juga dapat membantu. Psikoterapi juga dapat membantu wanita mengidentifikasi dan mengatasi ketakutan akan lepas kendali atau takut mempercayai pasangannya. Psikoterapi terutama sangat berguna untuk wanita yang pernah mendapatkan pelecehan seksual atau memiliki gangguan psikologis.

Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka obat tersebut jika mungkin dihentikan atau diganti.

REFERENSI

– B, Rosemary. Orgasmic Disorder. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

http://www.merckmanuals.com/home/womens_health_issues/sexual_dysfunction_

in_women/orgasmic_disorder.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.