Gangguan Kepribadian Narsisistik

by -1 views

Gangguan Kepribadian Narsisistik

Orang dengan kepribadian narsis memiliki perasaan superior dan kepercayaan diri yang berlebihan pada diri sendiri dan kepentingannya.

Orang-orang dengan gangguan kepribadian narsisistik bisa sangat sensitif terhadap kegagalan, kekalahan, dan kritikan karena opini terhadap diri sendiri yang tinggi. Mereka bisa menjadi mudah marah hingga depresi berat.

Karena mereka merasa superior dalam berhubungan dengan orang lain, maka mereka berharap untuk dikagumi dan seringkali curiga bahwa orang lain cemburu padanya.

Mereka merasa bahwa mereka memiliki kedudukan untuk mendapatkan keinginannya tanpa perlu menunggu, sehingga mereka mengeksploitasi orang lain. Perilaku mereka biasanya ofensif terhadap orang lain, hanya fokus pada diri sendiri, arogan dan egois.

PENYEBAB

Penyebab gangguan kepribadian narsisistik belum diketahui secara pasti. Penyebabnya bisa berhubungan dengan keadaan masa kecil, misalnya terlalu dimanjakan, diberikan ekspektasi yang sangat tinggi (misalnya orang tua menginginkan anaknya berbakat atau spesial untuk menjaga harga diri mereka), mendapat kekerasan atau diabaikan. Kombinasi faktor genetik dan psikobiologi juga mungkin berperan dalam terjadinya gangguan kepribadian narsisistik.

Gangguan Kepribadian Narsisistik

GEJALA

Gejala-gejala gangguan kepribadian narsisistik bisa berupa :

  • percaya bahwa dirinya lebih baik daripada orang lain
  • mengkhayalkan kesuksesan, kekuatan, dan daya tarik
  • membesar-besarkan prestasi atau bakat yang dimiliki
  • terus mengharapkan pujian dan kekaguman
  • percaya bahwa dirinya spesial dan berperilaku sesuai dengan kepercayaannya itu
  • tidak dapat mengenali emosi dan perasaan orang lain
  • mengharapkan orang lain mengikuti ide dan rencana yang ia buat
  • mengambil keuntungan dari orang lain
  • menunjukkan penghinaan untuk orang-orang yang dianggap lebih rendah
  • cemburu pada orang lain
  • percaya bahwa orang-orang cemburu pada dirinya
  • kesulitan untuk menjaga hubungan yang sehat
  • membuat tujuan yang tidak realistis
  • mudah merasa disakiti dan ditolak
  • memiliki harga diri yang rapuh

Meskipun beberapa bentuk gangguan kepribadian narsisistik tampaknya memiliki rasa percaya diri atau harga diri yang kuat, tetapi hal itu tidak sama. Gangguan kepribadian narsisistik melampaui rasa percaya diri dan harga diri yang sehat, dimana penderita berpikir sangat tinggi akan dirinya. Sebaliknya, orang-orang yang memiliki rasa percaya diri dan harga diri yang sehat tidak akan menghargai dirinya lebih tinggi dari bagaimana mereka menghargai orang lain.

Orang-orang dengan gangguan kepribadian narsisistik bisa menjadi sombong atau memegahkan diri. Mereka seringkali memonopoli pembicaraan dan meremehkan orang-orang yang dilihat lebih rendah. Ketika mereka tidak mendapatkan perlakuan khusus, maka mereka menjadi sangat tidak sabar atau marah. Penderita bisa bersikeras untuk memiliki semua yang terbaik, misalnya mobil terbaik, perawatan terbaik, atau lingkungan sosial yang baik.

Tetapi, dibawah itu semua seringkali terdapat harga diri yang rapuh. Penderita memiliki kesulitan untuk menerima segala sesuatu yang diterima sebagai kritik. Mereka diam-diam mudah terluka, merasa malu, atau terhina. Untuk membuat diri merasa lebih baik, penderita bisa marah atau merendahkan orang lain dengan tujuan membuat dirinya tampak lebih baik dibanding orang lain.

DIAGNOSA

Gangguan kepribadian narsisistik didasarkan dari tanda dan gejala yang ada. Meskipun tidak ada pemeriksaan fisik dan laboratoris yang bisa digunakan untuk mendiagnosa gangguan ini, penderita tetap akan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan fisik yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala tersebut.

Seseorang didiagnosa mengalami gangguan kepribadian narsisistik jika memenuhi kriteria DSM yang dikeluarkan oleh Asosiasi Psikiatri Amerika, yaitu :

  • sangat sombong, menganggap diri sangat penting
  • memiliki preokupasi pada khayalan-khayalan akan kesuksesan, kekuatan, atau kecantikan
  • percaya bahwa dirinya spesial dan hanya bisa berhubungan denga orang-orang yang sebanding
  • terus menginginkan pengaguman
  • mengambil keuntungan dari orang lain
  • memiliki ketidakmampuan dalam mengenali keinginan dan perasaan orang lain
  • merasa iri pada orang lain
  • berlaku arogan atau angkuh

PENGOBATAN

Tidak ada pengobatan yang diketahui dapat mengobati gangguan kepribadian narsisistik, tetapi psikoterapi mungkin bisa membantu penderita belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain dengan cara yang lebih baik.

Psikoterapi bertujuan membuat penderita mampu mengetahui gangguan yang dimilikinya sehingga diharapkan penderita bisa mengubah perilakunya. Terapi membantu penderita membentuk harga diri yang lebih baik dan membuat ekspektansi yang lebih realistis pada orang lain.

Obat-obatan kadang bisa digunakan untuk mengobati gejala-gejala lain yang ada, seperti depresi, kecemasan, atau kondisi lainnya.

PENCEGAHAN

Karena penyebab gangguan kepribadian narsisistik tidak diketahui, maka tidak ada cara yang dapat mencegah terjadinya gangguan ini secara pasti.

REFERENSI

– Mayo Clinic. Narcissistic Personality Disorder. 2011.

http://www.mayoclinic.com/health/narcissistic-personality-disorder/DS00652

– G, Joseph. Narcissistic Personality Disorder. Web MD. 2012.

http://www.webmd.com/mental-health/narcissistic-personality-disorder

Leave a Reply

Your email address will not be published.