Gangguan Kecemasan Menyeluruh

by -1 views

Gangguan Kecemasan Menyeluruh

Semua orang pernah mengalami ketakutan dan kecemasan.

Ketakutan adalah respon emosional, psikis dan perilaku terhadap ancaman dari luar (misalnya orang asing atau mobil yang melaju kencang).

Kecemasan adalah suatu keadaan emosional yang tidak menyenangkan, yang memiliki sumber yang kurang jelas. Kecemasan seringkali disertai dengan perubahan fisiologis dan perilaku yang mirip dengan yang disebabakan oleh ketakutan. Karena kemiripan inilah maka orang sering menggunakan istilah kecemasan untuk ketakutan dan menggunakan istilah ketakutan untuk kecemasan.

Kecemasan merupakan suatu respon terhadap stres, seperti putusnya suatu hubungan yang penting atau bencana yang mengancam jiwa. Kecemasan juga bisa merupakan suatu reaksi terhadap dorongan seksual atau dorongan agresif yang tertekan, yang bisa mengancam pertahanan psikis yang secara normal mengendalikan dorongan tersebut. Pada keadaan ini, kecemasan menunjukkan adanya pertentangan psikis.

Kecemasan bisa timbul secara mendadak atau secara bertahap selama beberapa menit, jam atau hari. Kecemasan bisa berlangsung selama beberapa detik sampai beberapa tahun. Beratnya juga bervariasi, mulai dari rasa cemas yang hampir tidak tampak sampai letupan kepanikan.

Kecemasan merupakan salah satu bagian dari respon yang penting dalam mempertahankan diri. Kecemasan tertentu merupakan bagian dari unsur peringatan yang tepat dalam suatu keadaan yang berbahaya. Tingkat kecemasan seseorang memberikan pergantian yang tepat dan tak tampak dalam suatu spektrum kesadaran, mulai dari tidur-siaga-kecemasan-ketakutan, demikian berulang-ulang. Kadang sistem kecemasan seseorang tidak berfungsi dengan baik atau terlalu berlebihan sehingga terjadilah suatu gangguan kecemasan.

Jika kecemasan terjadi pada saat yang tidak tepat atau sangat hebat dan berlangsung lama sehingga mengganggu aktivitas kehidupan yang normal, maka hal ini sudah merupakan suatu gangguan. Gangguan kecemasan sangat mengganggu dan begitu mempengaruhi kehidupan penderitanya sehingga bisa terjadi depresi. Sebagian penderita memiliki gangguan kecemasan dan depresi pada saat yang bersamaan. Penderita lainnya lebih dahulu mengalami depresi, baru kemudian gangguan kecemasan.

Gangguan kecemasan merupakan penyakit psikis yang paling sering tejadi. Diagnosis terutama ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Tetapi gejala yang sama bisa juga disebabkan oleh suatu keadaan medis lainnya (misalnya hipertiroidisme) atau karena pemakaian obat dari dokter maupun obat terlarang (misalnya kortikosteroid atau kokain). Riwayat keluarga dengan penyakit kecemasan bisa membantu dalam menegakkan diagnosis, karena penyakit ini seringkali diturunkan.

GANGGUAN KECEMASAN MENYELURUH

Gangguan Kecemasan Menyeluruh merupakan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan akan banyak aktivitas atau peristiwa, yang berlangsung hampir setiap hari, selama 6 bulan atau lebih.

Kecemasan dan kekhawatiran ini sangat berlebihan sehingga sulit dikendalikan.
Selain itu, penderita mengalami 3 atau lebih dari gejala-gejala berikut:
– gelisah
– mudah lelah
– sulit berkonsentrasi
– mudah tersinggung
– ketegangan otot
– gangguan tidur

Kekhawatiran bisa mengenai pekerjaan, keuangan, kesehatan, keselamatan dan tugas-tugas. Berat, frekuensi atau lamanya kekhawatiran tidak sebanding dengan keadaan yang sesungguhnya.

Gangguan ini sering terjadi, sekitar 3-5% orang dewasa pernah mengalaminya dan duakali lebih sering terjadi pada wanita. Gangguan ini seringkali berawal pada masa kanak-kanan atau remaja. Keadaan ini berfluktuasi, semakin memburuk ketika mengalami stres dan menetap selama bertahun-tahun.

Untuk mengatasinya biasanya diberikan obat golongan benzodiazepin (misalnya Alprazolam, Lorazepam, Clonazepam,Diazepam, Chlordiazepoxide, Oxazepam) tetapi obat ini hanya untuk jangka pendek karena pemberian jangka panjang bisa menyebabkan ketergantungan. Dosis obat akan dikurangi secara perlahan dan tidak dihentikan secara tiba-tiba.

Buspirone merupakan obat lain yang juga efektif untuk mengatasi kecemasan menyeluruh. Pemakaian obat in tampaknya tidak menyebabkan ketergantungan fisik. Tetapi efeknya baru tampak setelah 2 minggu atau lebih, sedangkan efek benzodiazepin bisa terlihat beberapa menit setelah pemberian obat.

Terapi kognitif dan perilaku telah menunjukkan manfaat untuk mengatasi gangguan kecemasan menyeluruh. Dengan terapi ini, penderita belajar untuk mengenali apakah pikiran mereka terganggu, bagaimana cara mengendalikannya, dan sekaligus bagaimana memodifikasi perilaku. Teknik relaksasi, yoga, meditasi, olahraga, dan biofeedback juga bisa membantu.

Penyakit kecemasan menyeluruh bisa berhubungan dengan pertentangan psikis.Pertentangan ini seringkali berhubungan dengan rasa tidak aman dan sikap kritis yang merusak diri sendiri. Pada keadaan ini dilakukan psikoterapi untuk membantu memahami dan menyelesaikan pertentangan psikis.

KECEMASAN KARENA OBAT ATAU MASALAH KESEHATAN

Kecemasan bisa terjadi karena suatu kelainan medis atau pemakaian obat.
Penyakit yang bisa menyebabkan kecemasan adalah:
– Kelainan neurologis (cedera kepala, infeksi otak, penyakit telinga bagian dalam)
– Kelainan jantung & pembuluh darah (gagal jantung, aritmia)
– Kelainan endokrin (kelenjar adrenal atau kelenjar tiroid yang hiperaktif)
– Kelainan pernafasan (asma dan penyakit paru obstruktif menahun)

Obat-obatan yang dapat menyebabkan kecemasan adalah alkohol, stimulan (perangsang), kafein, kokain dan obat-obat yang diresepkan lainnya. Kecemasan juga bisa terjadi bila pemakaian obat dihentikan.

Kecemasan akan berkurang jika penyakit penyebabnya diobati atau jika pemakaian obat dihentikan. Sisa-sisa kecemasan bisa diobati dengan obat anti-cemas yang sesuai, terapi perilaku atau psikoterapi.

OBAT ANTI-CEMAS

Obat anti-cemas disebut juga ansiolitik atau obat penenang, diberikan untuk mengatasi gejala-gejala kecemasan. Obat anti-cemas memiliki efek mengendurkan otot-otot, mengurangi ketegangan, membantu tidur dan mengurangi kecemasan.

Yang paling sering digunakan adalah Benzodiazepin. Obat ini mempercepat relaksasi mental dan fisik dengan cara mengurangi aktivitas saraf di dalam otak. Tetapi Benzodiazepin bisa menyebabkan ketergantungan fisik dan pemakaian pada alkoholik harus sangat hati-hati.
Contohnya adalah:
Alprazolam
Chlordiazepoxide
Diazepam
Flurazepam
Lorazepam
– Oxazepam
– Temazepam
Triazolam

Sebelum ditemukan benzodiazepin, barbiturat merupakan obat pilihan untuk mengatasi kecemasan. Tetapi obat ini berpotensi untuk disalahgunakan, sering terjadi gejala putus obat dan overdosis sering menyebabkan kematian; sehingga obat ini jarang digunakan lagi.

Buspiron tidak memiliki hubungan kimia maupun farmako dengan Benzodiazepin ataupun obat anti-cemas lainnya. Busopiron tidak menyebabkan sedasi dan tidak bereaksi dengan alkohol. Namun efeknya baru timbul setelah 2 minggu atau lebih, sehingga hanya digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan menyeluruh.

Obat-obat anti-depresankadang juga diberikan untuk gangguan kecemasan. Obat anti-depresi yang sering digunakan adalah:
Selective serotonin reuptake inhibitors (fluoksetin, fluvoksamin, paroksetin, sertralin)
Monoamine oxidase inhibitors (fenelzin, tranilsipromin)
– Anti-depresantrisiklik (Amitriptyline, Amoksapin, Clomipramine, Imipramine, Nortriptyline)

Gangguan Kecemasan Menyeluruh

GEJALA

DIAGNOSA

PENGOBATAN

REFERENSI

– G, John H. Generalized Anxiety Disorder. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

http://www.merckmanuals.com/home/mental_health_disorders/anxiety_disorders/generalized_

anxiety_disorder.html

– G, John H. Overview of Anxiety Disorder. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

http://www.merckmanuals.com/home/mental_health_disorders/anxiety_disorders/overview_

of_anxiety_disorders.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.