Gangguan Identitas Jenis Kelamin

by -1 views

Gangguan Identitas Jenis Kelamin

Gangguan Identitas Jenis Kelamin adalah keinginan untuk memiliki jenis kelamin yang berlawanan dengan kenyataan (wanita ingin menjadi pria, pria ingin menjadi wanita); atau keyakinan bahwa seseorang telah masuk ke dalam sebuah tubuh dengan jenis kelamin yang salah.

Perbedaan antara seks (kelamin) dan jenis kelamin (gender) adalah bahwa seks adalah kelelakian atau kewanitaan secara biologis; sedangkan jenis kelamin adalah bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri, apakah maskulin atau feminin.

Peranan jenis kelamin adalah penampilan umum yang obyektif, sebagai maskulin atau feminin. Peranan seks merupakan perilaku umum yang berhubungan dengan pemilihan mitra seksual (homoseksual, heteroseksual atau biseksual).

Identitas jenis kelamin biasanya mulai diketahui pada awal masa kanak-kanak (usia 18-24 bulan). Anak laki-laki mengetahui bahwa mereka adalah laki-laki, dan anak perempuan mengetahui bahwa mereka adalah perempuan.

Seorang anak bisa menyukai aktivitas yang kadang terlihat lebih tepat untuk lawan jenisnya, tetapi anak-anak dengan identitas jenis kelamin yang normal masih melihat dirinya sebagai bagian dari seks biologis mereka sendiri. Ini berarti bahwa anak perempuan yang senang bermain baseball dan gulat tidak memiliki masalah identitas jenis kelamin, jika ia melihat dirinya sendiri sebagai wanita dan merasa puas menjadi seorang wanita. Seorang anak laki-laki yang bermain boneka dan lebih suka memasak daripada berolah raga tidak memiliki masalah identitas jenis kelamin, kecuali jika ia tidak mengenali dirinya sendiri sebagai laki-laki atau secara biologis tidak merasa nyaman menjadi seorang laki-laki.

Transeksualisme

Gangguan identitas jenis kelamin berupa adanya perbedaan yang signifikan antara anatomi seksual dengan perasaan batin seseorang akan dirinya – apakah maskulin, feminin, campuran, atau netral. Transeksualisme adalah bentuk gangguan identitas jenis kelamin yang paling ekstrim.

Sebagian besar transeksual adalah laki-laki yang mengenali dirinya sebagai wanita. Gangguan ini biasanya dimulai pada awal masa kanak-kanak, dimana penderita melihat alat kelamin dan penampakan kejantanannya dengan perasaan jijik. Transeksual jarang ditemukan pada wanita.

PENYEBAB

Orang-orang dengan gangguan identitas jenis kelamin percaya bahwa mereka adalah korban dari suatu kecelakaan biologis (yang terjadi sebelum mereka lahir) sehingga mereka dengan kejam terpenjarakan dalam sebuah tubuh yang tidak sesuai dengan identitas jenis kelamin mereka yang sesungguhnya. Penderita yang secara biologis adalah pria merasa seperti seorang wanita yang terperangkap dalam tubuh seorang pria, dan sebaliknya.

Sebagian besar transeksual secara biologis adalah pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai wanita, terkadang sejak awal masa kanak-kanak, dan merasa benci dengan alat kelamin dan sifat-sifat maskulin yang mereka miliki. Namun, sebagian besar anak-anak dengan gangguan identitas jenis kelamin tidak menjadi orang dewasa transeksual.

Pada kasus yang jarang, ada sebagian orang yang lahir dengan alat kelamin yang tidak jelas laki-laki atau perempuan (ambigu) atau mereka yang memiliki kelainan genetik, seperti sindroma Turner atau sindroma Klinefelter, menjadi seorang transeksual. Namun, jika anak telah dianggap dan dibesarkan dengan jelas dan konsisten sebagai laki-laki atau perempuan, maka meskipun memiliki alat kelamin yang ambigu, sebagian besar dari mereka memiliki pendirian yang jelas akan identitas jenis kelamin mereka.

Gangguan Identitas Jenis Kelamin

GEJALA

Masalah-masalah dengan identitas jenis kelamin biasanya dimulai pada usia 2 tahun. Anak-anak yang memiliki masalah ini bisa mengalami :

  • perasaan negatif terhadap alat kelaminnya
  • bersikeras bahwa dirinya memiliki jenis kelamin yang lain
  • selalu dan sangat ingin untuk berpartisipasi dalam permainan atau kegiatan yang berhubungan dengan jenis kelamin yang lain
  • lebih suka untuk berpakaian seperti jenis kelamin yang lain

Seorang anak perempuan bisa bersikeras bahwa penis akan tumbuh dan ia akan menjadi anak laki-laki, sehingga ia nantinya bisa buang air kecil sambil berdiri. Seorang anak laki-laki bisa buang air kecil sambil duduk dan berharap bahwa penis dan testisnya akan hilang.

Pada anak laki-laki yang mengalami gangguan identitas jenis kelamin, tekanan akibat perubahan fisik saat pubertas seringkali diikuti oleh permintaan untuk pengobatan yang bisa membuat tubuh mereka lebih mirip wanita.

Meskipun sebagian besar transeksual mulai mengalami masalah-masalah identitas jenis kelamin saat awal masa kanak-kanak, terkadang masalah ini pertama kali tampak saat masa dewasa. Penderita, biasanya pria, awalnya bisa berpakaian seperti jenis kelamin lainnya. Sebagian dari penderita pria ini memutuskan untuk menikah atau bergabung dengan militer sebagai pelarian atau penyangkalan terhadap perasaan mereka yang menginginkan untuk berjenis kelamin yang lain. Sekali mereka menerima perasaan ini, banyak penderita pria yang berperan sebagai berjenis kelamin feminin di depan umum. Tetapi sebagian lainnya mengalami berbagai masalah, seperti depresi atau bahkan ingin bunuh diri.

Sebagian besar anak laki-laki dengan gangguan identitas jenis kelamin tidak tumbuh menjadi orang dewasa dengan gangguan ini, tetapi banyak yang menjadi homoseksual atau biseksual.

DIAGNOSA

Diagnosa gangguan identitas jenis kelamin pada anak didasarkan dari :

  • adanya keinginan yang kuat dan menetap untuk menjadi atau bersikeras berjenis kelamin yang lain
  • adanya rasa tidak nyaman yang kuat dan menetap tentang jenis kelamin yang dimiliki, atau adanya kepercayaan bahwa mereka dilahirkan dengan jenis kelamin yang salah
  • adanya kesulitan atau masalah yang siginifikan dalam beraktivitas karena perasaan-perasaan ini

Diagnosa gangguan identitas jenis kelamin pada anak remaja dan orang dewasa didasarkan dari :

  • penderita sering menunjukkan keinginan untuk berganti jenis kelamin
  • penderita mencoba untuk diakui sebagai jenis kelamin yang lain
  • penderita ingin hidup atau diperlakukan sebagai jenis kelamin yang lain
  • penderita percaya bahwa mereka merasa dan berlaku seperti jenis kelamin lainnya

PENGOBATAN

Perilaku lintas gender pada orang dewasa, misalnya berpakaian seperti lawan jenis, mungkin tidak perlu diterapi jika penderita tidak memiliki gangguan psikologis atau kesulitan dalam beraktivitas di masyarakat.

Orang-orang transeksual bisa mendapatkan bantuan psikologis, baik untuk membantu mengatasi kesulitan penderita hidup dalam sebuah tubuh yang menimbulkan perasaan tidak nyaman maupun untuk membantu mereka melewati suatu peralihan jenis kelamin. Sebagian penderita bisa mencari bantuan dokter ahli bedah untuk penggantian kelamin dan pembedahan plastik.

Sebagian penderita mungkin sudah cukup puas dengan perubahan peranan jenis kelamin mereka tanpa harus melakukan pembedahan; dengan bekerja, tinggal dan berpakaian seperti lawan jenisnya di dalam pergaulan. Mereka mengubah penampilan luar mereka, meminum obat-obat hormonal dan memperoleh identitas yang memperkuat perubahannya, tanpa perlu melakukan pembedahan yang mahal dan beresiko. Tetapi tidak sedikit penderita yang tampaknya merasa tertolong oleh suatu gabungan dari penyuluhan, terapi hormonal dan pembedahan kelamin.

Pada laki-laki, penggantian seks dilakukan dengan memberikan hormon wanita (menyebabkan pertumbuhan payudara dan perubahan tubuh lainnya) dan pembedahan untuk mengangkat penis dan buah zakar dan membuat vagina tiruan. Pada wanita penggantian seks dilakukan melalui pembedahan untuk mengangkat payudara dan organ reproduktif lainnya (rahim dan indung telur), menutup vagina dan membuat penis tiruan.

Pemakaian hormon laki-laki (Testosteron) sangat penting dalam pergantian wanita menjadi laki-laki dan harus dilakukan sebelum pembedahan. Dengan pemberianTestosteron, akan tumbuh bulu-bulu di wajah dan suara akan menjadi lebih berat.

Penderita yang menjalani pembedahan penggantian seks tidak dapat melahirkan anak, tetapi mereka seringkali bisa merasakan kepuasan dalam hubungan seksualnya.

REFERENSI

– B, George R. Gender Identity. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.

http://www.merckmanuals.com/home/mental_health_disorders/sexuality/gender_

identity.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.