Emboli Air Ketuban

by -2 views

Emboli Air Ketuban

Air ketuban, atau disebut juga sebagai cairan amnion, adalah cairan yang melingkupi janin saat berada di dalam rahim. Emboli air ketuban terjadi ketika cairan ketuban masuk ke dalam aliran darah ibu, biasanya terjadi saat persalinan yang sulit.

PENYEBAB

Emboli air ketuban sangat jarang terjadi. Mengapa hal ini bisa terjadi juga belum diketahui secara jelas. Emboli air ketuban terjadi ketika cairan ketuban masuk ke dalam aliran darah ibu, kemungkinan melalui robekan yang terjadi saat melahirkan. Tampaknya cairan ketuban mengandung komponen-komponen yang menyebabkan reaksi peradangan dan terbentuknya bekuan darah pada paru-paru dan pembuluh darah ibu.

Risiko terjadinya emboli air ketuban meningkat ketika :

  • Dilakukan persalinan dengan bantuan fosep atau operasi cesar
  • Wanita berusia tua
  • Persalinan lebih dari satu janin
  • Plasenta terlepas terlalu cepat (abrupsio plasenta) atau terletak pada tempat yang salah (plasenta previa)
  • Wanita memiliki cedera pada perut

Emboli Air Ketuban

GEJALA

Air ketuban yang masuk ke dalam aliran darah ibu dapat menyebabkan reaksi yang serius. Emboli air ketuban terjadi secara tiba-tiba dan cepat.

Tanda dan gejala emboli air ketuban yang dapat terjadi, yaitu :

  • Wanita pasca melahirkan tiba-tiba mengalami sesak nafas
  • Terdapat banyak cairan pada paru-paru (edema paru)
  • Tekanan darah tiba-tiba menjadi rendah
  • Mual atau muntah
  • Menggigil
  • Kejang
  • Tiba-tiba terjadi kegagalan sirkulasi.
  • Detak jantung bisa menjadi cepat dan tidak teratur, sang ibu dapat pingsan, syok, koma, atau bahkan mengalami henti jantung. Sekitar 13-44% wanita dengan emboli air ketuban meninggal dunia
  • Terbentuknya bekuan darah yang luas (DIC – Disseminated Intravascular Coagulation), terkadang disertai dengan perdarahan

DIAGNOSA

Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat digunakan untuk mendiagnosa emboli air ketuban. Diagnosa biasanya didasarkan dari gejala-gejala yang ada setelah penyebab-penyebab lain yang mungkin disingkirkan.

PENGOBATAN

Emboli air ketuban memerlukan penanganan yang cepat untuk mengatasi oksigen di dalam darah yang rendah dan tekanan darah yang rendah. Penanganan darurat yang dapat dilakukan meliputi :

  • Pemasangan kateter khusus ke pembuluh darah arteri untuk memantau tekanan darah. Selain itu, perlu juga dipasang infus untuk pemberian cairan, obat-obatan, atau transfusi.
  • Pemberian oksigen
  • Obat-obatan untuk menunjang fungsi jantung dan untuk menurunkan tekanan akibat cairan yang masuk ke jantung dan paru-paru
  • Jika terjadi perdarahan yang hebat, maka diperlukan transfusi darah, komponen darah, dan penggantian cairan. Suntikan faktor-faktor pembekuan darah (yang mambantu darah untuk membeku) mungkin dapat menyelamatkan nyawa.

REFERENSI

– M, Julie S. Amniotic Fluid Embolism. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

http://www.merckmanuals.com/home/womens_health_issues/complications_of_labor_and_

delivery/amniotic_fluid_embolism.html

– Mayo Clinic. Amniotic Fluid Embolis. 2012.

http://www.mayoclinic.com/health/amniotic-fluid-embolism/DS01207

Leave a Reply

Your email address will not be published.