Disseminated Intravascular Coagulation

by -0 views

Disseminated Intravascular Coagulation

Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) adalah suatu kelainan yang jarang terjadi dan bersifat mengancam nyawa. DIC disebabkan oleh gangguan pada fungsi pembekuan darah. Pada DIC terjadi pembentukan bekuan darah yang sangat banyak dan dapat terjadi perdarahan di seluruh tubuh yang kemudian bisa menyebabkan terjadinya syok, kegagalan organ, dan kematian.

Pada DIC terjadi gangguan pengaturan pembekuan darah, dimana trombosit bergabung dan membentuk bekuan-bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah-pembuluh darah kecil di seluruh tubuh. Pembekuan darah yang banyak ini menyebabkan kerusakan organ dan sel-sel darah, serta menurunkan suplai jumlah trombosit dan faktor-faktor pembekuan sehingga darah tidak dapat membeku secara normal. Keadaan ini menyebabkan perdarahan luas baik internal maupun eksternal.

PENYEBAB

DIC diawali dengan terbentuknya bekuan darah yang banyak, yang biasanya dipicu oleh berbagai faktor yang menyebabkan gangguan pengaturan kaskade pembekuan darah, seperti :

  • Infeksi bakteri, virus, atau jamur tertentu.Pada infeksi berat, bakteri melepaskanendotoksin(suatu zat yang menyebabkan terjadinya aktivasi pembekuan darah)
  • Trauma berat, terutama akibat cedera pada otak, luka bakar, dan hipotermia (suhu tubuh yang sangat rendah)
  • Beberapa jenis kanker, sepertileukemia,kanker lambung, pankreas atau prostat.
  • Komplikasi saat kehamilan atau persalinan, dimana jaringan rahim dapat masuk ke dalam aliran darah
  • Zat/racun tertentu di dalam darah, misalnya akibat gigitan jenis ular tertentu

Pada sebagian besar kasus, penyebab DIC tidak diketahui. Untuk kasus yang jarang, perdarahan hebat akibat DIC menjadi tanda awal dari penyakit atau kondisi yang menyebabkannya. (misalnya kanker)

Disseminated Intravascular Coagulation

GEJALA

DIC biasanya muncul tiba-tiba dan bisa bersifat sangat berat.

Pada saat DIC menyebabkan penurunan jumlah trombosit dan faktor-faktor pembekuan, maka dapat terjadi perdarahan hebat di seluruh tubuh. Tingkat keparahan dari perdarahan dapat berkisar dari bintik-bintik merah kecil dan memar pada kulit sampai perdarahan hebat dari luka operasi atau dari mulut, hidung, rektum, atau vagina.

Gejala dari kerusakan organ yang disebabkan oleh bekuan darah yang banyak dapat berupa sesak nafas (akibat kerusakan paru-paru), penurunan produksi air kencing (akibat kerusakan ginjal), atau stroke (akibat kerusakan di otak). Pada kasus yang berat dapat terjadi syok, penurunan tekanan darah, dan kegagalan fungsi organ.

Pada DIC yang tidak berat, tubuh masih dapat berkompensasi dengan adanya bekuan darah yang abnormal. DIC kronis bisa tidak bergejala atau hanya memiliki gejala ringan seperti perdarahan ringan pada kulit atau mulut.

Jika DIC terjadi saat pembedahan atau persalinan, maka permukaan sayatan atau jaringan yang robek bisa mengalami perdarahan hebat dan tidak terkendali.

Perdarahan juga bisa menetap di daerah tempat penyuntikan atau tusukan; perdarahan masif bisa terjadi di dalam otak, saluran pencernaan, kulit. Otot dan rongga tubuh.

DIAGNOSA

DIC merupakan suatu kondisi yang kompleks yang bisa sulit untuk didiagnosa. Tidak cukup satu pemeriksaan tunggal untuk menegakkan diagnosa DIC. Beberapa tes yang dapat digunakan :

  • Tes D-dimer. Pemeriksaan darah ini membantu menentuan apakah darah dapat membeku secara normal dengan mengukur fibrin yang dilepaskan saat bekuan darah pecah. Kadar D-dimer biasanya lebih tinggi dari normal pada penderita gangguan pembekuan darah.
  • Prothrombin time (PT). Pemeriksaan darah ini mengukur berapa lama darah dapat membeku. Agar darah dapat membeku dan perdarahan berhenti, dibutuhkan sejumlah faktor-faktor pembekuan. Prothrombin (faktor II) merupakan salah satu faktor pembekuan yang dibentuk di hati. Prothrombin time yang memanjang bisa merupakan tanda DIC.
  • Fibrinogen. Pemeriksaan darah ini mengukur berapa banyak fibrinogen di dalam darah. Fibrinogen merupakan suatu protein yang berperan dalam pembekuan darah. Kadar fibrinogen yang rendah bisa merupakan tanda DIC.
  • Pemeriksaan hitung darah lengkap (complete blood count). Pemeriksaan ini menghitung jumlang darah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Pemeriksaan ini tidak dapat digunakan untuk mendiagnosa DIC, tetapi dapat memberi informasi tambahan untuk membuat diagnosa. (DIC seringkali menyebabkan penurunan jumlah trombosit)
  • Pemeriksaan hapusan darah. Pada pemeriksaan ini contoh darah diperiksa di bawah mikroskop dan dilihat jumlah, ukuran, dan bentuk dari sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Sel-sel darah seringkali akan terlihat rusak dan abnormal pada penderita DIC.

Pada DIC, hasil pemeriksaan darah menunjukkan:

– penurunan jumlah faktor pembekuan
– adanya bekuan-bekuan kecil yang tidak biasa
– sejumlah besar hasil pemecahan bekuan darah

PENGOBATAN

Penyebabnya harus dicari dan diatasi, apakah gangguan kebidanan, infeksi atau kanker. Jika penyebabnya diatasi, maka gangguan pembekuan bisa berkurang.

DIC bisa berakibat fatal, sehingga harus diatasi sesegera mungkin.
Diberikan transfusi trombosit dan faktor pembekuan untuk menggantikan kekurangan dan menghentikan perdarahan.
Untuk memperlambat pembekuan kadang diberikan heparin.

REFERENSI

WebMD. Disseminated Intravascular Coagulation. 2010.

http://www.webmd.com/a-to-z-guides/disseminated-intravascular-coagulation-dic-topic-overview

Leave a Reply

Your email address will not be published.