Dispareunia (Dyspareunia)

by -2 views

Dispareunia (Dyspareunia)

Dispareunia adalah rasa nyeri yang timbul saat mencoba untuk melakukan hubungan seksual (sanggama) atau saat melakukan sanggama.

PENYEBAB

Penyebabnya tergantung dari apakah nyeri yang timbul dangkal atau dalam.

Nyeri yang dangkal : Hubungan seksual (sanggama) dapat terasa nyeri karena vagina tidak menghasilkan cairan pelumas yang cukup. Vagina terasa kering, seringkali akibat tidak cukupnya pemanasan (foreplay). Selain itu, adanya proses penuaan membuat lapisan vagina menipis dan dapat menjadi kering karena kadar estrogen yang berkurang. Kondisi ini disebut vaginitis atrofik. Saat masa menyusui, vagina dapat menjadi kering karena kadar estrogen yang rendah. Pemakaian antihistamin dapat menyebabkan kekeringan pada vagina yang ringan dan bersifat sementara.

Nyeri yang dangkal juga dapat disebabkan oleh :

  • Meningkatnya sensitivitas daerah genitalia akan rasa nyeri
  • Peradangan atau infeksi pada daerah genitalia (termasuk herpes genital), vagina, atau kelenjar Bartholin
  • Peradangan atau infeksi pada saluran kencing
  • Cedera pada daerah genitalia
  • Reaksi alergi terhadap kondom atau jel kontrasepsi
  • Kontraksi involunter dari otot-otot vagina (vaginismus)
  • Pada kasus yang jarang, terdapat kelainan kongenital, misalnya adanya sekat abnormal di dalam vagina
  • Pembedahan yang membuat sempit vagina, misalnya pembedahan untuk memperbaiki jaringan yang robek saat proses melahirkan
  • Pada seorang wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual, terdapat hymen (selaput dara) yang dapat menutupi jalan masuk ke vagina, sebagian atau seluruhnya. Ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya, jika sebelumnya tidak teregang akibat penggunaan tampon atau stimulasi seksual dengan jari, hymen dapat robek dan menyebabkan rasa nyeri dan perdarahan.

Nyeri yang dalam : Nyeri yang dalam saat atau setelah melakukan hubungan seksual dapat disebabkan oleh :

  • Infeksi pada leher rahim, rahim, atau tuba falopi (penyakit radang panggul), yang dapat menyebabkan terkumpulnya nanah di dalam panggul
  • Endometriosis
  • Adanya pertumbuhan pada rongga panggul, misalnya tumor dan kista ovarium
  • Adanya perlengketan antara organ-organ di rongga panggul, yang dapat terjadi setelah adanya infeksi, pembedahan, atau terapi radiasi untuk kanker

Rasa nyeri juga sangat dipengaruhi oleh faktor psikis, misalnya rasa tidak nyaman dapat terasa seperti nyeri yang hebat setelah adanya riwayat trauma seksual, misalnya perkosaan. Rasa marah terhadap pasangan seksual, rasa takut akan hubungan intim atau kehamilan, atau kepercayaan bahwa rasa nyeri akan terus ada dapat semakin memperkuat rasa nyeri.

Dispareunia juga bisa terjadi pada pria, meskipun jarang. Prostatitis (peradangan pada kelenjar prostat) atau penggunaan obat anti-depresi tertentu (misalanya amoksapin, imipramin dan klomipramin) bisa menyebabkan nyeri pada pria ketika mencapai orgasme.

Dispareunia (Dyspareunia)

GEJALA

Rasa nyeri yang timbul saat akan melakukan hubungan seksual (sanggama) atau saat melakukan sanggamadapat dirasakan dangkal, di daerah sekitar lubang vagina (daerah genitalia atau vulva), atau dapat juga terasa dalam, di daerah panggul ketika penis masuk ke dalam vagina. Nyeri dapat bersifat tajam, seperti terbakar, atau kram. Otot-otot panggul cenderung untuk menjadi kencang dan membuat rasa nyeri bertambah hebat.

DIAGNOSA

Diagnosis didasarkan dari deskripsi tentang masalah yang ada, termasuk kapan dan dimana rasa nyeri dirasakan, serta hasil pemeriksaan fisik. Daerah genitalia perlu diperiksa untuk melihat apakah terdapat tanda-tanda peradangan atau abnormalitas.

Riwayat medis dan riwayat seksual yang lengkap, serta pemeriksaan fisik bisa membantu menentukan apakah penyebabnya adalah masalah fisik atau masalah psikis.

PENGOBATAN

Pasangan didorong untuk dapat menemukan cara lain untuk membuat kepuasan seksual selain melakukan sanggama. Latihan relaksasi otot panggul dapat membantu mengatasi gejala. Untuk nyeri yang dangkal dapat dibantu diatasi dengan menggunakan salep yang mengandung zat anestesi. Gunakan pelumas buatan sebelum melakukan sanggama. Pelumas dengan bahan dasar air lebih baik dibandingkan yang berbahan dasar minyak, karena pelumas dengan bahan dasar minyak cenderung untuk membuat vagina menjadi kering dan dapat merusak alat kontrasepsi lateks, seperti kondom dan diafragma. Melakukan pemanasan (foreplay) lebih lama dapat meningkatkan cairan pelumas pada vagina.

Untuk nyeri yang dalam, gunakan posisi yang berbeda untuk melakukan sanggama, misalnya dengan berada pada posisi di atas (untuk wanita) sehingga dapat mengatur kedalaman penetrasi penis saat berhubungan seksual.

Terapi lain yang lebih spesifik diberikan berdasarkan penyebabnya, misalnya :

  • Pemberian estrogen dalam bentuk krim atau pil, untuk mengatasi vagina yang menipis atau kering setelah menopause
  • Obat antibiotik, anti-jamur, atau obat lain digunakan untuk mengatasi infeksi
  • Pembedahan untuk mengangkat kista atau abses
  • Pembedahan untuk memperbaiki hymen (selaput dara) yang kaku atau kelainan kongenital lainnya
  • Menggunakan pessary untuk menyokong turunnya (prolaps) rahim

PENCEGAHAN

Buat beberapa perbaikan dalam menjaga kebersihan diri untuk membantu mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan selama hubungan seks. Hindari mandi dengan produk beraroma, seperti sabun mandi dan shower gel. Produk ini dapat mengganggu area genital dan merusak pelumas alami, terutama jika terlalu sering digunakan. Selain itu, juga hentikan penggunaan douche.

REFERENSI

– B, Rosemary. Dyspareunia. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

http://www.merckmanuals.com/home/womens_health_issues/sexual_dysfunction_in_women

/dyspareunia.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.