Diabetes Gestasional

by -1 views

Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah kadar gula darah yang tinggi (diabetes) yang dimulai atau pertama kali didiagnosa saat kehamilan.

PENYEBAB

Hormon-hormon kehamilan dapat menghambat kerja insulin. Jika hal ini terjadi, maka kadar glukosa darah dapat meningkat pada wanita hamil.

Seseorang berisiko mengalami diabetes gestasional jika :

  • berusia lebih dari 25 tahun saat hamil
  • memiliki riwayat diabetes dalam keluarga
  • pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kg atau memiliki cacat bawaan
  • memiliki tekanan darah tinggi
  • memiliki cairan ketuban yang terlalu banyak
  • pernah keguguran atau janin lahir mati yang tidak diketahui sebabnya
  • memiliki berat badan yang lebih sebelum hamil

Diabetes Gestasional

GEJALA

Biasanya diabetes gestasional tidak bergejala, atau hanya memiliki gejala yang ringan dan tidak mengancam nyawa. Kadar gula darah (glukosa) biasanya kembali normal setelah persalinan.

Gejala-gejala yang dapat muncul antara lain :

  • Penglihatan kabur
  • Kelelahan
  • Sering mengalami infeksi, misalnya infeksi kandung kemih, infeksi vagina, atau infeksi pada kulit
  • Sering haus
  • Sering berkemih
  • Mual dan muntah
  • Penurunan berat badan, meskipun nafsu makan meningkat

DIAGNOSA

Diabetes gestasional biasanya dimulai pada pertengahan kehamilan. Setiap wanita hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan toleransi glukosa oral saat usia kehamilan 24-28 minggu untuk melihat apakah terjadi keadaan ini. Wanita yang memiliki risiko untuk terjadi diabetes gestasional harus melakukan pemeriksaan lebih awal.

Jika sekali terdiagnosa menderita diabetes gestasional, maka untuk selanjutnya perlu dilakukan pemeriksaan kadar gula darah secara teratur.

PENGOBATAN

Tujuan terapi diabetes gestasional adalah untuk menjaga agar kadar gula darah tetap berada dalam batas normal selama kehamilan, serta untuk memastikan bahwa bayi yang dikandung tumbuh dengan sehat. Untuk itu dilakukan beberapa hal :

  • Memantau kondisi bayi yang dikandung
  • Menjaga asupan makanan. Perbaiki pola makan dengan memakan beragam jenis makanan yang sehat. Batasi asupan lemak dan protein. Penuhi asupan karbohidrat dari buah-buahan, sayuran, dan karbohidrat kompleks (seperti roti, sereal, pasta, dan nasi). Kurangi asupan makanan yang mengandung banyak gula, misalnya minuman suda dan jus buah.
  • Jika dengan menjaga asupan makanan tidak dapat mengendalikan kadar gula darah, maka perlu diberikan obat diabetes atau terapi insulin.

Kadar gula darah biasanya akan kembali normal setelah persalinan. Namun, wanita yang mengalami diabetes gestasional harus tetap dipantau setelah melahirkan untuk melihat adanya tanda-tanda diabetes. Banyak wanita dengan diabetes gestasional mengalami diabetes dalam waktu 5-10 tahun setelah melahirkan.

PENCEGAHAN

Wanita hamil perlu memeriksakan kehamilan sejak awal dan lakukan secara teratur untuk menjaga kesehatan selama kehamilan. Lakukan pemeriksaan kehamilan saat usia kehamilan mencapai 24-28 minggu untuk deteksi dini diabetes gestasional.

Jika seorang wanita memiliki berat badan yang berlebih, turunkan BMI (Body Mass Index) ke nilai normal sebelum hamil, sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes gestasional.

REFERENSI

– Z, David. Gestational Diabetes. Medline Plus. 2012.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000896.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.