Dermatitis Seboreik

by -1 views

Dermatitis Seboreik

Dermatitis Seboreik adalah suatu peradangan pada kulit bagian atas, yang menyebabkan timbulnya sisik pada kulit kepala, wajah dan kadang pada bagian tubuh lainnya.

PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui.
Dermatitis seboreik sering ditemukan sebagai penyakit keturunan dalam suatu keluarga.

Faktor resiko terjadinya dermatitis seboreik:

  • Stres
  • Kelelahan
  • Cuaca dingin
  • Kulit berminyak
  • Jarang mencuci rambut
  • Pemakaian losyen yang mengandung alkohol
  • Penyakit kulit (misalnya jerawat)
  • Obesitas (kegemukan).
  • Dermatitis Seboreik

    GEJALA

    Dermatitis seboreik biasanya timbul secara bertahap, menyebabkan sisik kering atau berminyak di kulit kepala (ketombe), kadang disertai gatal-gatal tetapi tanpa kerontokan rambut.

    Pada kasus yang lebih berat, timbul beruntusan/jerawat bersisik kekuningan sampai kemerahan di sepanjang garis rambut, di belakang telinga, di dalam saluran telinga, alis mata dan dada.

    Pada bayi baru lahir yang berumur kurang dari 1 bulan, dermatitis seboroik menyebabkan ruam tebal berkeropeng berwarna kuning di kulit kepala (cradle cap) dan kadang tampak sebagai sisik berwarna kuning di belakang telinga atau beruntusan merah di wajah.
    Ruam di kulit kepala ini sering disertai dengan ruam popok.

    Pada anak-anak, dermatitis seboreik menyebabkan timbulnya ruam yang tebal di kulit kepala yang sukar disembuhkan.

    DIAGNOSA

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

    PENGOBATAN

    Pengobatan dermatitis seboreik tergantung kepada usia penderita:

    1. Dewasa.
      – Bisa digunakan sampo yang mengandung seng pirition, selenium sulfide, asam salisilat dan belerang atau ter
      Sampo digunakan setiap hari sampai ketombenya terkendali, selanjutnya sampo cukup digunakan 2 kali/minggu.
      Pengobatan seringkali harus dilanjutkan selama berbulan-bulan. Jika setelah pengobatan dihentikan dermatitis kembali kambuh, maka sampo tersebut bisa kembali digunakan.
      – Lotion yang mengandung corticosteroid juga bisa dioleskan pada kulit kepala atau bagian tubuh lainnya.
      Pada wajah digunakan lotion yang hanya mengandung corticosteroid 1%. Pemakaian corticosteroid harus secara hati-hati, karena penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan penipisan kulit dan gangguan lainnya.
      – Jika corticosteroid tidak dapat mengatasi ruam, kadang digunakan krim ketoconazole.
    2. Anak-anak.
      Untuk ruam bersisik tebal di kulit kepala, bisa dioleskan minyak mineral yang mengandung asam salisilat secara perlahan dengan menggunakan sikat gigi yang lembut pada malam hari.
      Selama sisik masih ada, kulit kepala juga dicuci dengan sampo setiap hari; setelah sisiknya menghilang cukup dicuci 2 kali/minggu.
    3. Bayi.
      Kulit kepala dicuci dengan sampo bayi yang lembut dan diolesi dengan krim hydrocortisone.
      Selama ada sisik, kulit kepala dicuci setiap hari dengan sampo yang lembut; setelah sisik menghilang cukup dicuci 2 kali/minggu.

    Kortikosteroid topikal seperti Hydrocortisone, Betamethasone,Triamcinolone, Fluocinolone acetonide, Clobetasol dapat mempercepat kambuh, dapat menimbulkan ketergantungan karena efek rebound, dan tidak dianjurkan kecuali untuk penggunaan jangka pendek.

    Kulit dapat merespon Ketoconazole, Naftifine, ataupunCiclopirox krim dan gel dengan baik.

    Alternatif jika pengobatan jangka panjang maka diberikan obat imunosupresan seperti Pimecrolimus, Tacrolimus

    REFERENSI

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.