Demam Gigitan Tikus

by -0 views

Demam Gigitan Tikus

Demam Gigitan Tikus (Rat-bite Fever) merupakan penyakit yang jarang terjadi, yang disebarkan oleh binatang pengerat yang terinfeksi.

PENYEBAB

Demam gigitan tikus (rat-bite fever) merupakan penyakit infeksi yang bisa disebabkan oleh dua jenis banteri, yaitu Streptobacillus moniliformis dan Spirillum minus.

Bakteri Streptobacillus moniliformis merupakan bakteri yang hidup di mulut dan tenggorokan tikus sehat. Bakteri ini menyebabkan demam gigitan tikus pada daerah-daerah di Amerika Utara. Sedangkan penyakit yang disebabkan olehSpirillum minus (disebut juga Sodoku)kebanyakan terjadi di Asia.

Kebanyakan orang terkena demam gigitan tikus akibat kontak dengan air kencing atau sekret mulut, mata, atau hidung binatang pengerat yang terinfeksi, paling sering terjadi akibat gigitan binatang yang terinfeksi. Sumber infeksi biasanya dari tikus. Selain itu dapat juga dari tupai, musang, atau gerbil.

Sumber : http://www.news.com.au

Cara penularan yang paling sering adalah :

  • Gigitan atau cakaran binatang pengerat yang terinfeksi
  • Memegang binatang pengerat yang terinfeksi
  • Mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri(disebut demam Haverhill)

Demam gigitan tikus tidak menular antar manusia. Orang-orang yang lebih berisiko untuk terkena demam gigitan tikus adalah mereka yang tinggal di bangunan yang terdapat banyak tikus, orang yang memelihara tikus sebagai binatang peliharaan, dan orang yang bekerja menangani tikus di laboratorium atau di toko binatang. Jika tidak diobati, penyakit dapat menjadi berat bahkan dapat berakibat fatal.

Demam Gigitan Tikus

GEJALA

Gejala-gejala yang muncul tergantung dari bakteri penyebabnya.

Gejala-gejala yang muncul akibat infeksi Streptobacillus moniliformis dapat berupa demam, muntah, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, dan ruam kulit. Gejala biasanya muncul dalam waktu 3-10 hari setelah terpapar binatang pengerat yang terinfeksi, tetapi dapat juga sampai 3 minggu setelahnya. Saat itu, luka bekas gigitan atau cakaran binatang pengerat biasanya telah sembuh.

 Luka bekas gigitan tikus

Sumber : http://redbookarchive.aappublications.org

Dalam waktu 2-4 hari setelah demam terjadi, muncul ruam makulopapular pada tangan dan kaki. Ruam ini berupa area kemerahan yang datar dengan adanya benjolan-benjolan kecil. Selain itu pada satu atau lebih sendi dapat mengalami pembengkakan, merah, atau terasa nyeri.

Sumber : http://www.familypracticenews.com

Pada penyakit yang disebabkan oleh Spirillum minus (Sodoku), gejala-gejala dapat bervariasi dan seringkali berupa demam (yang dapat muncul secara berulang), ulkus pada bekas luka gigitan, pembengkakan di dekat luka, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam pada kulit. Gejala-gejala ini biasanya muncul dalam waktu 7-21 hari setelah paparan binatang pengerat yang terinfeksi.

Gejala-gejala yang berkatian dengan demam Haverhill (demam gigitan tikus yang didapat akibat mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri) bisa dibedakan dari penyakit yang didapat melalui gigitan atau cakaran binatang pengerat. Perbedaan yang paling jelas adalah adanya muntah-muntah yang hebat dan sakit tenggorokan.

DIAGNOSA

Diagnosa penyakit ini dapat dikonfirmasi dengan menemukan bakteri penyebabnya melalui biakan darah atau cairan sendi. Selain itu dapat juga dilakukan pemeriksaan terhadap contoh jaringan kulit atau kelenjar getah bening dan pemeriksaan antibodi di dalam darah.

PENGOBATAN

Jika Anda mengalami gejala-gejala demam gigitan tikus setelah riwayat paparan dengan binatang pengerat, maka segeralah hubungi dokter. Untuk mengatasi demam gigitan tikus, perlu diberikan antibiotik. Penicillin adalah antibiotik yang paling sering digunakan. Penicillin dapat diberikan baik per-oral (melalui mulut) maupun intravena (melalui pembuluh darah). Untuk penderita yang alergi terhadap Penicillin, bisa diganti dengan antibiotik lain, misalnya Erythromycin.

Tanpa terapi, demam gigitan tikus dapat menjadi berat dan berisiko untuk terjadi kematian. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain :

  • Infeksi pada jantung (endokarditis, myocarditis, atau pericarditis)
  • Infeksi pada jaringan yang melapisi otak (meningitis)
  • Infeksi pada paru-paru (pneumonia)
  • Abses pada organ-organ dalam
PENCEGAHAN

Beberapa cara untuk mencegah demam gigitan tikus :

  • Hindari kontak dengan tikus atau tempat yang terdapat tikus
  • Hindari minum air yang mungkin telah kontak dengan tikus
  • Minum susu yang telah dipasteurisasi
  • Minum antibiotik jika mengalami gigitan tikus
  • Jika Anda menangani tikus atau harus membersihkan kandangnya, maka gunakan sarung tangan pelindung, cuci tangan dengan baik setelah selesai mengerjakannya, hindari menyentuh mulut dengan tangan yang terkontaminasi

REFERENSI

– Centers for Disease Control and Prevention. Rat-bite Fever (RBF). Atlanta. 2012.

http://www.cdc.gov/rat-bite-fever/

– D, David C. et al. Rat-bite Fever. Medline Plus. 2012. http://www.nlm.nih.gov/

medlineplus/ency/article/001348.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.