Demam Berdarah Dengue

by -4 views

Demam Berdarah Dengue

Demam dengue adalah demam akut yang disertai sakit kepala, nyeri otot, sendi dan tulang, penurunan jumlah sel darah putih dan ruam kulit, yang disebabkan oleh virus dengue.

Demam berdarah dengue (DBD)/dengue hemorrhagic fever (DHF) adalah demam dengue yang disertai pembesaran hati dan manifestasi perdarahan.

Pada keadaan yang berat bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh dalam keadaan syok hipovolemik akibat kebocoran plasma. Keadaan ini disebut sebagai dengue shock syndrome (DSS).

PENYEBAB

Demam dengue dan DBD disebabkan oleh virus dengue. Virus ini memiliki 4 serotipe, yaituDEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Infeksi oleh salah satu serotipe akan memberikan kekebalan seumur hidup terhadap serotipe virus tersebut, tetapi tidak menimbulkan kekebalan terhadap serotipe virus yang lain. Sehingga seseorang yang hidup di daerah endemis DBD dapat mengalami infeksi sebanyak 4 kali seumur hidupnya.

Dengue adalah penyakit yang terdapat di seluruh dunia, dan sering terjadi di daerah tropis dan subtropis. Penyakit ini paling sering terjadi di Asia Tenggara, tetapi menjadi lebih sering terjadi di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Infeksi virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk, yaitu nyamuk Aedes aegypti.

Demam Berdarah Dengue

GEJALA

Infeksi virus dengue menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari gejala yang non-spesifik sampai perdarahan yang fatal.

Gejala demam dengue tergantung dari umur penderita. Pada bayi dan anak-anak kecil biasanya berupa demam disertai ruam-ruam makulopapular. Pada anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa, gejala bisa dimulai dengan demam ringan atau demam tinggi (>39oC) yang muncul tiba-tiba dan berlangsung selama 2 – 7 hari, disertai sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi dan otot, mual-muntah dan ruam kulit. Bintik-bintik perdarahan di kulit sering terjadi, kadang disertai dengan bintik-bintik perdarahan di faring dan konjungtiva. Penderita juga sering mengeluh nyeri saat menelan, tidak enak di ulu hati, nyeri di tulang rusuk kanan dan dapat juga nyeri di seluruh perut. Kadang-kadang demam bisa mencapai hingga 40-41oC dan pada bayi dapat terjadi kejang demam.

Demam berdarah dengue adalah keadaan penyakit yang serius, yang dapat mengancam nyawa penderitanya. Demam berdarah dengue ditandai oleh :

  • demam tinggi yang terjadi tiba-tiba
  • manifestasi perdarahan
  • hepatomegali (pembesaran hati)
  • kadang-kadang dapat terjadi terjadi syok

Manifestasi perdarahan pada demam berdarah dengue dapat dimulai dari tes torniquet yang positif dan bintik-bintik perdarahan di kulit (ptechiae). Ptechiae ini bisa terlihat di seluruh anggota gerak, ketiak, wajah dan gusi. Selain itu, dapat juga terjadi perdarahan pada hidung, gusi, saluran cerna dan saluran kencing.

Berdasarkan gejalanya, demam berdarah dengue dapat dikelompokkan menjadi 4 tingkatan :

  • Derajat I : demam diikuti dengan gejala-gejala yang tidak spesifik. Satu-satunya manifestasi perdarahan adalah tes torniquet yang positif atau mudah memar.
  • Derajat II : gejala yang ada pada derajat I ditambah dengan adanya perdarahan spontan. Perdarahan bisa terjadi di kulit atau di tempat lain.
  • Derajat III : terjadi kegagalan sirkulasi, yang ditandai oleh denyut nadi yang cepat dan lemah, hipotensi, suhu tubuh yang rendah, kulit lembab dan penderita menjadi gelisah.
  • Derajat IV : terjadi syok berat, nadi menjadi tidak teraba dan tekanan darah tidak dapat diperiksa. fase kritis pada penyakit ini terjadi pada akhir masa demam.

Setelah demam selama 2-7 hari, penurunan suhu biasanya disertai dengan tanda-tanda gangguan sirkulasi darah. Penderita menjadi berkeringat, gelisah, tangan dan kakinya dingin, dan mengalami perubahan tekanan darah dan denyut nadi. Pada kasus yang tidak terlalu berat gejala-gejala ini hampir tidak terlihat, menandakan kebocoran plasma yang ringan. Bila kehilangan plasma hebat, akan terjadi syok, syok berat dan kematian bila tidak segera ditangani. Kondisi yang buruk bisa segera ditangani dengan diagnosa dini dan pemberian cairan pengganti. Trombositopeni dan hemokonsentrasi sudah dapat dideteksi sebelum demam turun dan terjadi syok.

Pada penderita dengan DSS kondisinya dengan segera memburuk. Ditandai dengan nadi cepat dan lemah, tekanan darah menyempit sampai kurang dari 20 mmHg atau terjadi hipotensi. Kulit dingin, lembab dan penderita mula-mula terlihat mengantuk kemudian gelisah.

Bila tidak segera ditangani penderita akan meninggal dalam 12 – 24 jam. Dengan pemberian cairan pengganti, kondisi penderita akan segera membaik. Pada syok yang berat sekalipun, penderita akan membaik dalam 2 -3 hari. Tanda-tanda adanya perbaikan adalah jumlah urine yang cukup dan kembalinya nafsu makan. Syok yang tidak dapat diatasi biasanya berhubungan dengan keadaan yang lain seperti asidosis metabolik, perdarahan hebat di saluran cerna atau organ lain. Perdarahan yang terjadi di otak akan menyebabkan penderita kejang dan jatuh dalam keadaan koma.

DIAGNOSA

Pada awal mulainya demam, DBD sulit dibedakan dari infeksi lain yang disebabkan oleh berbagai jenis virus, bakteri dan parasit. Setelah hari ketiga atau keempat baru pemeriksaan darah dapat membantu diagnosa. Diagnosa ditegakkan dari gejala klinis dan hasil pemeriksaan darah :

  • Trombositopeni, jumlah trombosit kurang dari 100.000 sel/mm3
  • Hemokonsentrasi, jumlah hematokrit meningkat paling sedikit 20% di atas rata-rata

Hasil laboratorium seperti ini biasanya ditemukan pada hari ke-3 sampai ke-7. Kadang-kadang dari x-ray dada ditemukan efusi pleura atau hipoalbuminemia yang menunjukkan adanya kebocoran plasma. Kalau penderita jatuh dalam keadaan syok, maka kasusnya disebut sebagai Dengue Shock Syndrome (DSS).

PENGOBATAN

Untuk mengatasi demam sebaiknya diberikan Acetaminophen. Asam salisilat tidak digunakan karena akan memicu perdarahan dan asidosis. Acetaminophen diberikan selama demam masih mencapai 39oC, paling banyak 6 dosis dalam 24 jam.

Untuk mengganti cairan yang hilang harus diberikan cairan yang cukup melalui mulut atau melalui vena. Cairan yang diminum sebaiknya mengandung elektrolit seperti oralit. Cairan lain yang bisa juga diberikan adalah jus buah-buahan.

Penderita harus segera dirawat bila ditemukan gejala-gejala berikut :

  • takikardi, denyut jantung meningkat
  • kulit pucat dan dingin
  • denyut nadi melemah
  • terjadi perubahan derajat kesadaran, penderita terlihat ngantuk atau tertidur terus menerus
  • urine sangat sedikit
  • peningkatan konsentrasi hematokrit secara tiba-tiba
  • tekanan darah menyempit sampai kurang dari 20 mmHg
  • hipotensi

Jika terdapat tanda-tanda tersebut, berarti penderita mengalami dehidrasi yang signifikan (>10% berat badan normal), sehingga diperlukan penggantian cairan segera secara intravena. Cairan pengganti yang diberikan dapat berupa larutan garam fisiologis, ringer laktat atau ringer asetat, plasma, dan plasma substitute. Pemberian cairan pengganti harus diawasi selama 24 – 48 jam, dan dihentikan setelah penderita terrehidrasi, biasanya ditandai dengan jumlah urine yang cukup, denyut nadi yang kuat dan perbaikan tekanan darah. Infus juga harus dihentikan kalau kadar hematokrit turun. Bila pemberian cairan intravena diteruskan setelah tanda-tanda ini dicapai, maka akan terjadi overhidrasi yang mengakibatkan jumlah cairan berlebihan di dalam pembuluh darah, edema paru-paru, dan gagal jantung. Oksigen perlu diberikan pada penderita dalam keadaan syok. Transfusi darah hanya diberikan pada penderita dengan tanda-tanda perdarahan yang signifikan.

PENCEGAHAN

Pengembangan vaksin untuk dengue sangat sulit karena keempat jenis serotipe virus bisa mengakibatkan penyakit. Perlindungan terhadap satu atau dua jenis serotipe ternyata meningkatkan resiko terjadinya penyakit yang serius. Saat ini sedang dicoba dikembangkan vaksin terhadap keempat serotipe sekaligus. Sampai sekarang satu-satunya usaha pencegahan atau pengendalian DBD adalah dengan memerangi nyamuk yang mengakibatkan penularan.

Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak terutama di tempat-tempat buatan manusia, seperti wadah plastik, ban mobil bekas dan tempat-tempat lain yang menampung air hujan. Nyamuk ini menggigit pada siang hari, beristirahat di dalam rumah dan meletakkan telurnya pada tempat-tempat air bersih tergenang.

Pencegahan dilakukan dengan langkah 3M :

  1. menguras bak air
  2. menutup tempat-tempat yang mungkin menjadi tempat berkembang biak nyamuk
  3. mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air

Di tempat penampungan air seperti bak mandi diberikan insektisida yang membunuh larva nyamuk seperti abate. Hal ini bisa mencegah perkembangbiakan nyamuk selama beberapa minggu, tapi pemberiannya harus diulang setiap beberapa waktu tertentu.

Di tempat yang sudah terjangkit DBD dilakukan penyemprotan insektisida secara fogging. Tapi efeknya hanya bersifat sesaat dan sangat tergantung pada jenis insektisida yang dipakai. Selain itu, partikel obat ini tidak dapat masuk ke dalam rumah tempat ditemukannya nyamuk dewasa.

Untuk perlindungan yang lebih intensif, orang-orang yang tidur di siang hari sebaiknya menggunakan kelambu, memasang kasa nyamuk di pintu dan jendela, menggunakan semprotan nyamuk di dalam rumah dan obat-obat anti nyamuk yang dioleskan.

REFERENSI

– U, Marguerite A. Dengue Fever. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

http://www.merckmanuals.com/home/infections/viral_infections/dengue_fever.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.