Dehidrasi

by -2 views

Dehidrasi

Dehidrasi adalah kekurangan cairan tubuh. Beberapa mekanisme bekerja sama untuk mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh. Salah satu mekanisme penting yaitu rasa haus. Jika tubuh memerlukan lebih banyak air, maka pusat saraf di otak akan dirangsang sehingga timbul rasa haus. Rasa haus akan bertambah kuat jika kebutuhan tubuh akan air meningkat, mendorong seseorang untuk minum dan memenuhi kebutuhan tubuhnya akan cairan.

Mekanisme lain yang digunakan untuk mengendalikan jumlah cairan dalam tubuh melibatkan kelenjar hipofisa di dasar otak. Jika tubuh kekurangan air, kelenjar hipofisa akan mengeluarkan suatu zat ke dalam aliran darah yang disebut hormon antidiuretik. Hormon antidiuretik merangsang ginjal untuk menahan air sebanyak mungkin.

Jika tubuh kekurangan air, air secara otomatis akan dipindahkan dari cadangan di dalam sel ke dalam aliran darah untuk mempertahankan volume darah dan tekanan darah, sampai cairan dapat digantikan melalui penambahan asupan cairan.

Jika tubuh kelebihan air, rasa haus ditekan dan kelenjar hipofisa hanya menghasilkan sedikit hormon antidiuretik, yang memungkinkan ginjal untuk membuang kelebihan cairan melalui air kemih.

PENYEBAB

Dehidrasi terjadi bila pengeluaran cairan tubuh lebih besar dibandingkan asupannya.
Kekurangan cairan biasanya menyebabkan kadar kalsium di dalam darah meningkat.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi:

  • Muntah
  • Diare
  • Penggunaan diuretik (obat yang menyebabkan ginjal mengeluarkan sejumlah besar air dan garam)
  • Panas yang berlebihan
  • Demam
  • Berkurangnya asupan cairan karena berbagai alasan
    Penyakit tertentu seperti diabetes melitus (kencing manis), diabetes insipidus dan penyakit Addison dapat menyebabkan dehidrasi karena hilangnya cairan yang berlebihan.
  • Dehidrasi

    GEJALA

    Pada awalnya, dehidrasi akan merangsang pusat haus di otak dan menyebabkan penderita minum air lebih banyak. Bila asupan cairan tidak dapat mengimbangi pengeluarannya, dehidrasi akan menjadi lebih berat. Jumlah keringat akan berkurang dan air seni yang dihasilkan hanya sedikit. Air akan berpindah dari cadangan dalam sel ke dalam aliran darah. Bila dehidrasi terus berlangsung, maka jaringan tubuh akan mulai mengering. Sel-sel mulai mengkerut dan mengalami gangguan fungsi. Sel-sel otak merupakan sel yang paling mudah terkena dehidrasi sehingga salah satu tanda utama terjadinya dehidrasi berat adalah kekacauan mental yang dapat berlanjut menjadi koma.

    Selain air, dehidrasi juga menyebabkan hilangnya elektrolit dari tubuh, terutama natrium dan kalium. Karena itu dehidrasi sering disertai dengan kekurangan elektrolit. Jika terjadi kekurangan elektrolit, air tidak dapat berpindah dari cadangannya di dalam sel ke dalam darah. Sehingga jumlah air dalam aliran darah berkurang. Tekanan darah dapat menurun, menyebabkan perasaan melayang atau seakan-akan hendak pingsan, terutama jika sedang berdiri (hipotensi ortostatik).

    Jika kehilangan air dan elektrolit terus berlanjut, tekanan darah bisa turun sangat rendah, menyebabkan syok dan kerusakan yang berat pada berbagai organ dalam, seperti ginjal, hati dan otak.

    DIAGNOSA

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan gejala-gejalanya.

    PENGOBATAN

    Untuk dehidrasi ringan, cukup minum air putih biasa. Tetapi jika terjadi kehilangan air dan elektrolit, garam juga harus diberikan, terutama natrium dan kalium. Minuman yang diperjualbelikan (misalnya Gatorade), telah diracik sedemikian rupa untuk menggantikan garam (elektrolit) yang hilang setelah melakukan latihan berat. Minuman ini juga bisa digunakan untuk mencegah dehidrasi atau untuk mengobati dehidrasi ringan. Dehidrasi juga bisa dicegah dan diatasi dengan minum sejumlah cairan dan mengkonsumsi sedikit garam selama atau setelah latihan. Orang-orang yang memiliki masalah jantung atau ginjal, harus terlebih dulu melakukan konsultasi dengan dokternya mengenai penggantian cairan yang aman sebelum melakukan latihan.

    Bila tekanan darah sangat turun sehingga terjadi syok, untuk mengatasinya biasanya diberikan larutan yang mengandung natrium klorida intravena (melalui infus).Pada awalnya cairan intravena diberikan dengan cepat dan kemudian diperlambat sejalan dengan perbaikan keadaan fisik penderita.

    Penyebab yang mendasari dehidrasi harus selalu diatasi. Misalnya bila seseorang menderita diare, selain diberikan cairan pengganti juga diberikan obat untuk mengobati atau menghentikan diare. Jika ginjal terlalu banyak mengeluarkan air karena terjadi kekurangan hormon antidiuretik (seperti yang bisa terjadi pada penderita diabetes insipidus), diberikan pengobatan hormon antidiuretik jangka panjang. Jika penyebab dehidrasi berhasil diatasi, dilakukan pemantauan terhadap penderita untuk memastikan kecukupan asupan cairan per-oral untuk mempertahan hidrasi.

    PENCEGAHAN

    Mencegah lebih baik daripada mengobati. Orang dewasa memerlukan sedikitnya minum 6 gelas air setiap harinya (termasuk air yang berasal dari makanan dengan kadar air yang tinggi, seperti sayur dan buah-buahan). Asupan cairan harus ditingkatkan saat panas dan saat atau setelah berolahraga, karena olahraga, demam, dan udara yang panas meningkatkan kebutuhan tubuh akan air.

    REFERENSI

    – James L. Lewis. Dehydration. 2013.http://www.merckmanuals.com/home/

    hormonal_and_metabolic_disorders/water_balance/dehydration.html

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.