Defisiensi Antibodi Selektif

by -2 views

Defisiensi Antibodi Selektif

Defisiensi (kekurangan) Antibodi Selektif merupakan penyakit imunodefisiensi yang bersifat kongenital (bawaan). Kelainan ini menyebabkan rendahnya kadar salah satu antibodi (imunoglobulin tertentu), meskipun kadar imunoglobulin lainnya normal.

Terdapat berbagai jenis imunoglobulin. Setiap jenis imunoglobulin membantu pertahanan tubuh terhadap infeksi dengan cara yang berbeda-beda. Setiap jenis imunoglobulin bisa mengalami defisiensi, tetapi yang paling sering terjadi adalah defisiensi imunoglobulin A (IgA).

PENYEBAB

Defisiensi IgA selektif biasanya menetap seumur hidup. Kelainan ini biasanya disebabkan oleh adanya abnormalitas kromosom (genetik). Jika seseorang memiliki susunan genetik yang berisiko, kelainan ini dapat terjadi pada pemakaian obat-obat tertentu, seperti fenitoin (obat anti kejang), sulfasalzin (antibiotik), penisilamin (obat untuk rheumatoid arthritis), atau senyawa emas. defisiensi IgA juga dapat terjadi pada anggota keluarga dengan berbagai macam penyakit imunodefisiensi.

Defisiensi Antibodi Selektif

GEJALA

Kebanyakan penderita defisiensi IgA memiliki sedikit atau tidak bergejala. Sebagian penderita mengalami infeksi paru-paru kronis, sinusitis, alergi, diare kronis, atau penyakit autoimun. Sebagian kecil penderita berkembang menjadi penyakit imunodefisiensi lain.

Jika penderita mendapat transfusi darah atau infus imunoglobulin (yang keduanya mengandung IgA), beberapa penderita dengan defisiensi IgA akan menghasilkan antibodi terhadap IgA. Di kemudian hari, jika mereka mendapatkan transfusi darah atau imunoglobulin lagi, penderita tersebut akan mengalami reaksi alergi berat (anafilaksis). Untuk itu penderita sebaiknya memakai tanda identifikasi medis khusus untuk memberitahu tenaga medis sehingga dapat dibuat pencegahan untuk terjadinya reaksi tersebut.

DIAGNOSA

Defisiensi IgA selektif biasanya dicurigai pada orang-orang yang mengalami banyak infeksi, terutama pada penderita yang mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat menyebabkan kelainan tersebut. Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar imunoglobulin dilakukan untuk menegakkan diagnosa.

PENGOBATAN

Biasanya defisiensi IgA selektif tidak membutuhkan terapi. Beberapa penderita defisiensi IgA selektif dapat membaik dengan sendirinya. Antibiotikda diberikan untuk penderita yang mendapatkan infeksi berulang. Defisiensi IgA selektif dapat disebabkan oleh pemakaian obat-obat tertentu. Pada kasus ini penderita akan membaik jika pemakaian obat-obat tersebut dihentikan.

REFERENSI

– Rebecca H buckley. Selective Immunoglobulin Deficiency. 2008.http://www.merckmanuals.com/home/

immune_disorders/immunodeficiency_disorders/selective_immunoglobulin_deficiency.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.