Dakriostenosis

by -2 views

Dakriostenosis

Dakriostenosis adalah penyempitan duktus nasolakrimal(saluran yang mengalirkan air mata dari mata ke hidung).

PENYEBAB

Air mata berperan dalam membersihkan dan membasahi mata. Air mata diproduksi di kelenjar air mata yang terletak di bawah tulang pada daerah alis. Dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) air mata masuk ke dalam mata melalui saluran-saluran kecil disepanjang kelopak mata. Air mata kemudian dialirkan ke hidung melalui dua bukaan kecil pada sudut kelopak mata bagian dalam dan masuk ke dalam duktus nasolakrimal.

Sumber :http://www.childrenshospital.org

Dalam keadaan normal, air mata dari permukaan mata dialirkan ke dalam hidung melalui duktus nasolakrimalis. Jika saluran ini tersumbat, air mata akan menumpuk dan mengalir secara berlebihan ke pipi. Penyumbatan duktus nasolakrimalis (dakriostenosis) bisa terjadi akibat:

  • Gangguan perkembangan sistem nasolakrimalis pada saat lahir
  • Infeksi hidung menahun
  • Infeksi mata yang berat atau berulang
  • Patah tulang (fraktur) hidung atau wajah
  • Tumor.
    Penyumbatan bisa bersifat parsial (sebagian) atau total
  • Dakriostenosis

    GEJALA

    Dakriostenosis bisa sudah ada sejak lahir (kongenital) atau baru terjadi kemudian (didapat).

    Dakriostenosis Kongenital

    Dakriostenosis kongenital dapat terjadi akibat tidak sempurnanya perkembangan duktus nasolakrimal. Paling sering terjadi sumbatan pada ujung akhir duktus nasolakrimal, sehingga menyebabkan air mata mengalir berlebihan ke pipi (epifora) atau adanya krusta yang menetap. Keadaan ini dapat mengenai satu atau kedua mata. Karena bayi belum memproduksi air mata sampai mereka berusia beberapa minggu, maka adanya sumbatan pada duktus nasolakrmal mungkin tidak diketahui saat lahir. Keadaan ini biasanya pertama kali disadari saat bayi berusia 3-12 minggu.

    Berikut ini merupakan gejala-gejala paling sering adanya sumbatan pada duktus nasolakrimal. Namun, setiap anak dapat mengalami gejala yang berbeda. Gejala yang dialami dapat berupa :

    • bendungan air mata pada sudut mata bayi
    • air mata mengalir ke kelopak mata dan pipi
    • terdapat sekret kental atau kekuningan pada mata
    • kemerahan pada kulit akibat digosok

    Dakriostenosis yang Didapat

    Dakriostenosis yang didapat jugadapat menyebabkan air mata mengalir keluar dan infeksi pada kantong air mata (dakriosistitis).

    DIAGNOSA

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah:

  • Pemeriksaan hidung bagian dalam
  • Pewarnaan mata dengan zat fluoresensi untuk menilai pengaliran air mata
  • Sinar X khusus untuk menilai duktus nasolakrimalis
  • PENGOBATAN

    Jika penyumbatannya parsial, bisa dilakukan pemijatan pada daerah kantong air mata sebanyak beberapa kali/hari. Jika terjadi peradangan pada konjungtiva (konjungtivitis), maka perlu diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik.

    Dakriostenosis Kongenital

    Penyumbatan ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya pada usia 6-9 bulan, sejalan dengan berkembangnya sistem nasolakrimalis. Disarankan untuk memijat kantong air mata 4-5 kali setiap hari untuk membantu mengatasi sumbatan, sampai anak berusia sekitar 1 tahun.

    Jika sumbatan tidak menghilang sampai anak berusia sekitar 1 tahun, maka duktus nasolakrimal perlu dibuka denganbantuan jarum kecil yang dimasukkan melalui lubang saluran di sudut kelopak mata. Tindakan ini biasanya dapat dilakukan oleh dokter spesialis THT (Telinga Hidung dan Tenggorokan) atau dokter spesialis mata. Anak biasanya akan dibius umum untuk melakukan tindakan ini.

    Dakriostenosis yang Didapat

    Dakriostenosis jenis ini biasanya akibat duktus nasolakrimal yang menyempit seiring dengan bertambahnya usia, atau dapat juga akibat adanya jaringan parut setelah cedera atau tindakan bedah tertentu. Jika dakriostenosis menetap, terjadi infeksi berulang, atau keluarnya air mata berlebihan yang mengganggu, maka dapat dilakukan tindakan pembedahan untuk membuka kembali saluran air mata (dakriosistorinostomi).

    PENCEGAHAN

    Pengobatan yang adekuat terhadap infeksi hidung dan mata bisa mengurangi resiko terjadinya dakriostenosis.

    REFERENSI

    – G, James. Dacryostenosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

    http://www.merckmanuals.com/home/eye_disorders/eyelid_and_tearing_disorders/dacryostenosis.html

    – University of Rochester Medical Center. Blocked Tear Duct (Dacryostenosis). 2013.

    http://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P02081

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.