Cedera Mata

by -2 views

Cedera Mata

Struktur wajah dan mata sangat sesuai untuk melindungi mata dari cedera. Bola mata terdapat di dalam sebuah rongga yang tersusun dari struktur tulang yang kuat. Kelopak mata bisa segera menutup untuk membentuk penghalang bagi benda asing dan mata bisa mengatasi benturan yang ringan tanpa mengalami kerusakan.

Meskipun demikian, mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat cedera, kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan atau mata harus diangkat. Jika terjadi cedera, maka mata harus diperiksa untuk menentukan pengobatan dan menilai fungsi penglihatan.

PENYEBAB

Cedera mata dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti trauma tumpul, cedera akibat benda asing pada mata, atau luka bakar. Cedera mata biasanya didapat dari kecelakaan rumah tangga atau industri (misalnya saat menggunakan palu, pembersih atau bahan kimia cair), ledakan baterai mobil, cedera olahraga (seperti senapan angin), dan kecelakaan mobil. Paparan sinar matahari yang kuat, demikian juga paparan sinar las, atau refleksi sinar matahari yang terang dari salju, juga dapat menyebabkan cedera pada mata.

Cedera Mata

GEJALA

TRAUMA TUMPUL

Suatu trauma tumpul bisa mendorong mata ke belakang sehingga dapat merusak struktur pada permukaan mata (kelopak mata, konjungtiva, sklera, kornea dan lensa) dan dapat juga merusak struktur mata bagian belakang (retina dan persarafan). Trauma tumpul juga bisa menyebabkan patah tulang di sekeliling mata.

Dalam 24 jam pertama setelah terjadinya cedera, darah yang merembes ke dalam kulit di sekitar mata biasanya menyebabkan memar (kontusio). Jika pembuluh darah di permukaan mata pecah, maka permukaan mata akan menjadi merah. Perdarahan ini biasanya bersifat ringan.

Mata hitam

Kerusakan pada mata bagian dalam seringkali lebih serius dibandingkan kerusakan pada permukaan mata. Perdarahan di dalam bilik anterior (hifema traumatik) merupakan masalah yang serius dan harus segera ditangani oleh dokter spesialis mata. Perdarahan berulang dan peningkatan tekanan di dalam mata bisa menyebabkan kornea menjadi merah sehingga penglihatan menjadi berkurang dan meningkatkan resiko terjadinya glaukoma.

Darah bisa merembes ke dalam mata, iris bisa mengalami robekan atau lensa bisa mengalami pergeseran. Perdarahan bisa terjadi di dalam retina, sehingga retina terlepas dari jaringan di bawahnya. Pada awalnya, lepasnya retina menyebabkan timbulnya gambaran kilatan cahaya atau bentuk tidak beraturan yang melayang-layang serta menyebabkan pandangan kabur, kemudian penglihatan bisa menurun secara tajam.
Pada cedera yang hebat, bola mata bisa mengalami robekan.

BENDA ASING
Cedera mata yang mengenai sklera, kornea dan konjungtiva paling sering disebabkan oleh benda asing. Meskipun kebanyakan bersifat ringan, tetapi beberapa cedera bisa berakibat serius (misalnya luka tembus pada kornea atau infeksi akibat sayatan maupun cakaran pada kornea). Penyebab tersering dari cedera pada permukaan mata adalah lensa kontak. Lensa yang tidak terpasang dengan benar, lensa yang terpasang terlalu lama, lensa yang tidak dilepas ketika tidur, lensa yang tidak dibersihkan dan melepaskan lensa dengan sekuat tenaga bisa menimbulkan goresan pada permukaan mata. Penyebab cedera permukaan mata lainnya adalah pecahan kaca, partikel yang terbawa angin dan ranting pohon. Pegawai yang di tempat kerjanya cenderung banyak memiliki pecahan-pecahan kecil yang berterbangan di udara, sebaiknya menggunakan kacamata pelindung.

Setiap cedera pada permukaan mata biasanya menyebabkan nyeri dan menimbulkan perasaan ada sesuatu di mata. Gejala lainnya adalah kepekaan terhadap cahaya, mata merah, perdarahan dari pembuluh darah pada permukaan mata atau pembengkakan mata dan kelopak mata. Penglihatan bisa menjadi kabur.

LUKA BAKAR
Jika terkena panas atau bahan kimia yang kuat, kelopak mata akan segera menutup sebagai reaksi refleks untuk melindungi mata dari luka bakar. Karena itu hanya kelopak mata yang mungkin mengalami luka bakar, meskipun panas yang hebat juga bisa menyebabkan luka bakar pada mata. Beratnya cedera, hebatnya nyeri dan gambaran kelopak mata tergantung kepada dalamnya luka bakar.

Luka bakar karena bahan kimia bisa terjadi jika suatu bahan iritatif masuk ke dalam mata.Bahan iritatif ringanpun bisa menyebabkan nyeri dan kerusakan pada mata. Karena nyerinya hebat maka penderita cenderung menutup kelopak matanya sehingga bahan kimia berada lebih lama di dalam mata.

DIAGNOSA

Seseorang yang mengalami cedera mata harus memeriksakan diri ke dokter. Berbagai pemeriksaan akan dilakukan, seperti pemeriksaan mata dengan slit-lamp, oftalmoskop, dan pemeriksaan apakah terdapat gangguan penglihatan.

PENGOBATAN

Trauma Tumpul

Kompres dingin bisa membantu mengurangi pembengkakan dan menghilangkan nyeri pada mata hitam. Pada hari kedua, kompres hangat bisa membantu tubuh dalam menyerap darah yang telah terkumpul.

Jika kulit di sekitar mata atau kulit pada kelopak mata mengalami robekan, bisa dilakukan penjahitan. Cedera yang mengenai saluran air mata harus diatasi dengan pembedahan mata.

Jika terjadi robekan pada mata, diberikan obat pereda nyeri, obat untuk menjaga agar pupil tetap melebar dan obat untuk mencegah infeksi. Biasanya digunakan perisai logam untuk melindungi mata dari cedera lebih lanjut. Kerusakan yang serius bisa menyebabkan penurunan fungsi penglihatan meskipun telah dilakukan pembedahan.

Penderita yang mengalami perdarahan di dalam mata akibat trauma harus menjalani tirah baring. Diberikan obat untuk mengurangi peningkatan tekanan di dalam mata (misalnya acetazolamide). Untuk mengurangi perdarahan kadang diberikan asam aminokaproat. Obat-obat yang mengandung aspirin harus dihindari karena bisa menyebabkan meingkatnya perdarahan di dalam mata.

Benda Asing

Benda asing di mata harus dikeluarkan. Agar benda asing terlihat lebih jelas dan untuk melihat apakah terdapat goresan pada permukaan mata, diberikan obat tetes mata khusus yang mengandung zat warnafluoresensi. Kemudian diberikan obat tetes mata yang mengandung obat bius untuk mematikan rasa pada permukaan mata. Dengan menggunakan alat penerangan khusus, benda asing dibuang oleh dokter.Benda asing seringkali bisa diambil dengan menggunakan kapas steril yang lembab atau kadang dengan mengguyur mata dengan air yang steril.

Jika benda asing menyebabkan goresan kecil pada permukaan kornea, maka perlu diberikan salep antibiotik selama beberapa hari.Goresan yang lebih besar memerlukan pengobatan tambahan. Pupil diusahakan tetap melebar dengan pemberian obat, lalu diberikan antibiotik dan mata ditutup dengan plester.Sel-sel pada permukaan mata berregenerasi dengan cepat. Meskipun goresannya besar, penyembuhan akan berlangsung selama 1-3 hari.

Luka Bakar

Untuk mengobati luka bakar pada kelopak mata, daerah yang terkena dicuci dengan larutan steril dan diolesi dengan salep antibiotik atau kasa yang mengandung jeli petroleum. Setelah itu luka dibungkus dengan verban steril.

Luka bakar karena bahan kimia pada mata segera diatasi dengan mengucurkan air pada mata yang terkena supaya bahan kimia segera terbuang dengan bantuan aliran air.
Setelah itu diberikan obat tetes mata yang mengandung obat bius dan obat untuk melebarkan pupil. Antibiotik diberikan dalam bentuk salep. Bisa juga diberikan obat pereda nyeriper-oral(melalui mulut).

Luka bakar yang hebat harus ditangani oleh dokter spesialis mata guna mempertahankan fungsi penglihatan dan mencegah komplikasi (kerusakan iris,perforasimata dan kelainan bentuk kelopak mata).Meskipun telah dilakukan pengobatan terbaik, luka bakar hebat pada kornea bisa menyebabkan pembentukan jaringan paru, perforasi mata dan kebutaan.

PENCEGAHAN

Gunakan pelindung mata, seperti kacamata khusus, goggle, atau pelindung mata lainnya sebagai pencegahan saat melakukan kegiatan-kegiatan yang berisiko terjadinya cedera mata.

REFERENSI

– C, Kathryn. Overview of Eye Injuries. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

http://www.merckmanuals.com/home/injuries_and_poisoning/injuries_to_the_eye/

overview_of_eye_injuries.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.