Cavernous Sinus Thrombosis

by -2 views

Cavernous Sinus Thrombosis

Cavernous sinus thrombosis merupakan gangguan yang sangat jarang terjadi, dimana terdapat penyumbatan pada pembuluh besar di dasar otak (sinus cavernosus) oleh bekuan darah. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh penyebaran bakteri yang berasal dari infeksi pada sinus, mata, atau sekitar hidung. Untuk itu, adanya infeksi pada daerah sekitar hidung yang mengarah ke lingkaran mata harus selalu diperhatikan dengan serius.

Sinus cavernosus merupakan pembuluh darah vena yang besar pada dasar otak, di belakang mata. Sinus cavernosus bukan merupakan salah satu rongga sinus yang berisi udara yang terletak di sekitar hidung.

PENYEBAB

Cavernous sinus thrombosisbiasanya disebabkan oleh penyebaran bakteri (biasanya Staphylococcus aureus) yang berasal dari infeksi pada wajah, gigi, atau sinus di sekitar hidung. Cavernous sinus thrombosis dapat disebabkan oleh infeksi wajah yang umum, seperti bisul kecil pada hidung atau sinusitis pada sinus sphenoid atau sinus ethmoid. Untuk itu, adanya infeksi pada daerah di sekitar hidung sampai ke sekitar mata perlu dianggap serius. Cavernous sinus thrombosis dapat mempengaruhi saraf-saraf kranial yang berada di dekat sinus cavernosus, yang berperan dalam pergerakan bola mata dan sensasi pada wajah. Cavernous sinus thrombosis juga dapat menyebabkan infeksi otak dan cairan di sekitar meningens (meningoencephalitis), abses otak, stroke, kebutaan, dan juga penurunan fungsi kelenjar pituitari (hypopituitarisme).

Cavernous Sinus Thrombosis

GEJALA

Cavernous sinus thrombosis dapat menimbulkan gejala-gejala seperti penonjolan bola mata (proptosis), pembengkakan pada kelopak mata, sakit kepala hebat, nyeri atau baal pada wajah, gangguan pergerakan bola mata dengan penglihatan ganda, hilangnya penglihatan, mengantuk, demam tinggi, dan pupil mata yang melebar. Jika bakteri menyebar sampai ke otak, maka dapat terjadi kejang, penurunan kesadaran sampai koma, gangguan sensasi, atau kelemahan otot pada daerah tertentu.

DIAGNOSA

Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau CT (Computed Tomography) scan dari sinus-sinus di sekitar hidung, mata, dan otak biasanya dilakukan. Pemeriksaan sampel darah dan sampel cairan, mukus, atau nanah dari tenggorokan dan hidung dapat dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri. Pemeriksaan pungsi lumbal juga dapat dilakukan.

Meskipun dengan pengobatan,cavernous sinus thrombosismasih dapat mengancam nyawa. Sekitar 30-50% penderita meninggal dunia dan sekitar 30% lainnya mengalami gangguan serius sesudahnya, misalnya gangguan pergerakan bola mata dan penglihatan ganda, kebutaan, cacat akibat stroke, dan hypopituitarisme, yang dapat bersifat permanen.

PENGOBATAN

Antibiotika dosis tinggi secara intravena (melalui pembuluh darah) perlu segera diberikan. Sinus hidung yang mengalami infeksi dapat di drainase melalui pembedahan, terutama jika penderita tidak membaik setelah pemberian antibiotika selama 24 jam. Kortikosteroid terkadang diberikan jika infeksi telah mengenai saraf-saraf kranial. Jika terjadi hypopituitarisme, maka biasanya diberikan kortikosteroid dan hormon-hormon tambahan lainnya.

REFERENSI

– James Garrity. Cavernous Sinus Thrombosis. 2012.http://www.merckmanuals.com/

home/eye_disorders/eye_socket_disorders/cavernous_sinus_thrombosis.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.