Brusellosis (Demam Undulant, Demam Malta, Demam Mediteranian, Demam Gibraltar)

by -1 views

Brusellosis (Demam Undulant, Demam Malta, Demam Mediteranian, Demam Gibraltar)

Brusellosis (Demam Undulant, Demam Malta, Demam Mediteranian, Demam Gibraltar) merupakan suatu infeksi yang disebabkan bakteri Brucella dan terjadi pada manusia akibat kontak dengan hewan yang terinfeksi atau produk hewan yang terkontaminasi bakteri.

PENYEBAB

Penyebabnya adalah bakteri Brucella.

Hewan yang paling sering terinfeksi adalah domba, sapi, kambing, babi, dan anjing dibandingkan hewan lainnya.

Umumnya manusia dapat terinfeksi brucellosis melalui tiga cara :

  • Makan produk makanan dari hewan yang terkontaminasi bakteri, misalnya daging yang tidak matang, susu yang tidak dipasteurisasi, atau produk susu (misalnya mentega atau keju) yang mengandung bakteri.
  • Menghirup bakteri penyebab brusellosis (inhalasi bakteri). Risiko ini lebih besar pada orang-orang yang bekerja menangani bakteri di laboratorium atau pekerja di tempat penjagalan hewan.
  • Bakteri masuk ke tubuh manusia melalui luka di kulit atau membran mukosa saat kontak dengan hewan yang terinfeksi.

Paling sering ditemukan di daerah pedesaan dan merupakan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan pada pekerja pembungkus daging, dokter hewan, petani dan peternak.

Penularan brusellosis dari orang ke orang sangat jarang terjadi. Ibu menyusui yang terinfeksi dapat menularkan infeksi ke bayinya. Penularan melalui hubungan seksual juga sangat jarang ditemukan. Penularan brusellosis dapat terjadi melalui transplantasi jaringan atau transfusi darah.

Cara penularan bruselosis

Sumber :https://ufhealth.org

Brusellosis (Demam Undulant, Demam Malta, Demam Mediteranian, Demam Gibraltar)

GEJALA

Gejala mulai timbul dalam 5 hari sampai beberapa bulan (biasanya dalam waktu 2 minggu) setelah terinfeksi oleh bakteri. Gejalanya bervariasi, terutama pada stadium awal.

Penyakit ini biasanya dimulai secara tiba-tiba dengan adanya demam, menggigil, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, rasa tidak enak badan, dan kadang diare. Pada sore hari demam dapat bertambah tinggi, hingga mencapai 40-41oCelsius; suhu tubuh kemudian turun secara bertahap dan kembali normal atau mendekati normal disertai keringat yang banyak. Karena pola demam yang naik turun ini, brusellosis disebut juga demam undulant. Demam yang hilang timbul ini dapat berlangsung selama 1-5 hari dan diikuti periode bebas gejala selama 2-14 hari. Kemudian demam kembali timbul.

Pola tersebut bisa terjadi hanya sekali, tetapi sebagian penderita mengalami bruselosis menahun dan demam berulang serta penyembuhan selama beberapa bulan atau beberapa tahun.

Setelah fase awal, gejala selanjutnya adalah:
– konstipasi berat
– hilang nafsu makan
– penurunan berat badan
– nyeri perut
– sakit punggung
– lemah
– sukar tidur
– depresi
– ketidakstabilan emosional.
Bisa terjadi pembesaran kelenjar getah bening, limpa dan hati.
Jika tidak timbul komplikasi, biasanya penderita akan kembali puluh dalam waktu 2-3 minggu. Komplikasi jarang terjadi dan bisa berupa:

  • Infeksi jantung (endokarditis)
  • Peradangan saraf, buah zakar, kandung kemih, hati dan tulang
  • DIAGNOSA

    Diagnosis didasarkan pada gejala-gejala penyakit, didukung oleh adanya riwayat kontak dengan hewan yang terinfeksi atau produk dari hewan yang terinfeksi. Diagnosa dapat dipastikan dengan memeriksa contoh darah (kadang contoh cairan serebrospinal, air kemih atau jaringan) dengan membuat biakan di laboratorium. Pemeriksaan contoh darah juga dapat menunjukkan tingginya kadar antibodi terhadap bakteri penyebab infeksi.

    PENGOBATAN

    Antibiotik diberikan untuk mengatasi infeksi dan mencegah penyakit kambuh kembali. Pengobatan yang lebih lama diperlukan jika terjadi komplikasi. Brusellosis diobati dengan dua atau lebih antibiotik yang berbeda, karena kekambuhan sering terjadi jika hanya diberikan 1 macam antibiotik. Antibiotik yang diberikan dapat berupa doxycycline dan gentamicin atau doxycycline dan rifampicin. Kombinasi obat ini diberikan tergantung dari usia penderita dan beratnya penyakit.

    PENCEGAHAN

    Cara yang paling baik untuk mencegah infeksi brusellosis adalah dengan memastikan bahwa Anda tidak mengkonsumsi :

    • daging yang tidak matang
    • susu atau produk susu yang tidak dipasteurisasi, seperti keju dan es krim

    Pasteurisasi susu dilakukan dengan memanaskan susu pada suhu tinggi untuk waktu tertentu. Proses pemanasan ini dapat menghancurkan bakteri berbahaya yang membuat susu menjadi tidak aman untuk dikonsumsi.

    Jika Anda tidak yakin apakah produk susu tersebut telah dipasteurisasi atau tidak, sebaiknya tidak memakannya.

    Orang-orang yang bekerja menangani hewan (seperti pemburu, penggembala, pekerja di tempat penjagalan) perlu melindungi diri dengan memakai sarung tangan karet, goggle (pelindung mata), dan baju pelindung khusus (apron). Hal ini membantu untuk mencegah kemungkinan masuknya bakteri dari hewan yang terinfeksi melalui mata atau luka pada kulit.

    Membunuh hewan yang terinfeksi dan memberikan vaksin kepada hewan yang sehat bisa membantu mencegah penyebaran infeksi.

    REFERENSI

    – V, Linda J. Brucellosis. MedlinePlus.2011. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000597.htm

    – Centers for Disease Control and Prevention. Brucellosis. Atlanta. 2012. http://www.cdc.gov/brucellosis/

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.