Bronkitis

by -2 views

Bronkitis

Bronkitis (Bronchitis) adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran nafas yang menuju ke paru-paru).

Penyakit bronkitis biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.
Bronkitis

PENYEBAB

Bronkitis biasanya disebabkan oleh infeksi, tetapi terkadang bisa juga disebabkan oleh iritasi akibat menghirup gas, asap, partikel-partikel debu, atau polutan lainnya.

Bronkitis infeksiosapaling sering disebabkan oleh infeksi virus, tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri. Bronkitis akut akibat bakteri lebih mungkin terjadi pada orang-orang yang merokok. Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia pneumoniaemerupakan bakteri yang seringkali menyebabkan bronkitis akut pada dewasa muda.

Serangan bronkitis akut yang berulang bisa menyebabkan terjadinya bronkitis kronis. Serangan bronkitis yang berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:

  • Sinusitis kronis
  • Bronkiektasis
  • Alergi
  • Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak
  • Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh paparan :
    – Berbagai jenis debu mineral dan tumbuhan, seperti asap rokok dan kabut asap
    – Uap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin
    – Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida

    Bronkitis

    GEJALA

    Tanda dan gejala yang dapat ditemukan, baik pada bronkitis akut atau bronkitis kronis, antara lain berupa :
    – batuk berdahak (dahaknya bisa bening, putih, kekuningan, atau hijau)
    – rasa lelah
    – sedikit demam dan menggigil
    – rasa tidak nyaman di dada

    Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan sakit tenggorokan.

    Pada bronkitis yang berat, demam yang muncul mungkin sedikit lebih tinggi (sekitar 38-39oC) dan bisa berlangsung selama 3-5 hari, tetapi biasanya terjadi jika bronkitis disebabkan oleh influenza. Virus bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel epitel yang melapisi bronkus, sehingga tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki kerusakan yang ada.

    Pada bronkitis akut sering terjadi penyempitan jalan nafas untuk sementara, yang menyebabkan gangguan pada aliran nafas yang menuju dan keluar dari paru-paru. Akibatnya, bisa terjadi sesak nafas, yang memberat saat beraktivitas.

    Gangguan jalan nafas juga mungkin dipicu oleh adanya paparan terhadap iritan ringan (misalnya minyak wangi atau bau yang menyengat) atau udara dingin. Jika gangguan pada jalan nafas sangat hebat, maka penderita bisa mengalami sesak nafas. Bisa terjadi mengi/wheezing, terutama setelah batuk.

    Bronkitis dikatakan kronis jika batuk berdahak terjadi selama sedikitnya 3 bulan, selama 2 tahun berturut-turut.

    Komplikasi :

    Bronkitis bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti gagal nafas akut atau pneumonia. Namun, komplikasi ini biasanya hanya terjadi pada :

    • orang-orang dengan penyakit paru kronis yang mendasari, misalnya penyakit paru obstruktif kronis
    • orang-orang yang berusia lebih tua
    • orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh

    DIAGNOSA

    Diagnosa bronkitis biasanya didasarkan dari gejala-gejala yang ada. Demam yang tinggi atau lama, atau keduanya, bisa menandakan adanya pneumonia.Pada pemeriksaan fisik, bisa terdengar adanya bunyi pernafasan yang abnormal.

    Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan:
    – Rontgen dada
    – Oksimetri nadi, untuk membantu menentukan jumlah oksigen di dalam darah
    – Tes fungsi paru. Pemeriksaan ini terkadang dilakukan untuk mengukur seberapa besar paru-paru bisa menampung udara dan seberapa cepat seseorang bisa mengeluarkan udara dari paru-paru.

    PENGOBATAN

    Sebagian besar kasus bronkitis akut tidak membutuhkan pemberian antibiotika. Infeksi hampir selalu akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 1 minggu. Tujuan pemberian terapi adalah untuk meredakan gejala-gejala yang ada dan membuat penderita dapat bernafas dengan lega. Beberapa penanganan yang dapat diberikan untuk mengatasi bronkitis akut yaitu :

    • Istirahat lebih banyak
    • Minum cukup air
    • Menghirup uap air hangat
    • Gunakan obat untuk mengatasi gejala yang ada, misalnya aspirin, acetaminophen, atau ibuprofen untuk mengatasi demam (Jangan memberikan aspirin untuk anak-anak yang berusia 18 tahun kebawah, karena berisiko untuk terjadi sindroma Reye)
    • Tidak merokok dan jangan menjadi perokok pasif
    • Hindari polusi udara

    Untuk beberapa keadaan, bisa diberikan obat-obat sebagai berikut :

    – Antibiotik. Bronkitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus, maka pemberian antibiotik tidaklah efektif. Namun, antibiotik bisa diberikan jika diduga bronkitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Selain itu, jika seseorang memiliki penyakit paru kronis atau jika merokok, maka antibiotik dapat diberikan untuk menurunkan risiko terjadinya infeksi sekunder.

    – Obat batuk. Batuk membantu mengeluarkan iritan dari dalam paru dan jalan nafas. Oleh karena itu, sebaiknya tidak menggunakan obat-obat untuk menekan batuk. Obat batuk ekspektoran bisa diberikan jika lendir sulit dikeluarkan dari jalan nafas. Obat untuk menekan batuk bisa digunakan jika batuk sangat mengganggu, misalnya membuat penderita tidak dapat tidur, batuk sangat kencang sehingga terasa nyeri, atau batuk menetap selama 2 atau 3 minggu.

    – Obat lainnya. Jika seseorang memiliki mengi/wheezing, maka bisa diberikan obat-obat untuk membuka jalan nafas yang menyempit (bronkodilator), sehingga mengi berkurang. Kortikosteroid terkadang diberikan dalam bentuk obat hirup (inhaler) untuk mengurangi peradangan dan hipereaktivitas pada jalan nafas, terutama jika batuk tetap ada setelah infeksi mereda.

    PENCEGAHAN

    Jika seseorang telah sering atau berulang kali mengalami serangan bronkitis, maka faktor penyebabnya mungkin terdapat di lingkungan sekitar. Lokasi yang dingin, lembab – terutama dengan polusi udara atau asap rokok – dapat membuat seseorang lebih rentan untuk terkena bronkitis. Oleh karena itu, jika penyakit menjadi berat, maka mungkin perlu untuk mempertimbangkan perubahan di mana dan bagaimana seseorang hidup dan bekerja.

    Langkah-langkah ini juga dapat membantu menurunkan risiko terjadinya bronkitis dan melindungi paru-paru secara umum:

    1. Tidak merokok dan tidak menjadi perokok pasif. Asap tembakau meningkatkan risiko bronkitis kronis dan emphysema.
    2. Cobalah untuk menghindari orang-orang yang terkena pilek atau flu. Semakin sedikit seseorang terpapar virus yang dapat menyebabkan bronkitis, maka semakin rendah risiko seseorang untuk mendapatkannya. Hindari kerumunan orang selama musim flu.
    3. Lakukan vaksinasi flu tahunan. Banyak kasus bronkitis akut yang disebabkan oleh virus influenza. Vaksinasi flu tahunan dapat membantu melindungi tubuh terhadap infeksi virus flu, yang pada gilirannya, dapat mengurangi risiko terjadinya bronkitis.
    4. Cuci tangan atau menggunakan sanitizer tangan secara teratur, untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus. Dan jangan menggosok hidung atau mata dengan tangan kotor.

    REFERENSI

    – B, John G. Acute Bronchitis. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

    http://www.merckmanuals.com/home/lung_and_airway_disorders/acute_bronchitis/

    acute_bronchitis.html

    – D, Charles P. Acute and Chronic Bronchitis. Medicine Net. 2011.

    http://www.medicinenet.com/chronic_bronchitis/article.htm

    – E, Ann. Understanding Bronchitis. Web MD. 2013.

    http://www.webmd.com/lung/understanding-bronchitis-basics

    – H, Denis. Bronchitis Acute. Medline Plus. 2012.

    http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001087.htm

    – Mayo Clinic. Bronchitis. 2011. http://www.mayoclinic.com/health/bronchitis/DS00031

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.