Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

by -2 views

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) merupakan gangguan yang sering terjadi yang menimbulkan episode-episode singkat vertigo pada perubahan posisi kepala yang menstimulasi kanalis semisirkularis posterior di telinga bagian dalam.

  • Seseorang tiba-tiba merasa dirinya atau lingkungan sekitarnya berputar ketika ia menggerakan kepalanya
  • Seseorang dapat merasa mual dan muntah, serta bola matanya dapat bergerak abnormal
Vertigo merupakan suatu sensasi berputar yang khas. Seseorang dengan vertigo akan merasa dirinya, lingkungannya, atau keduanya bergerak atau berputar.

PENYEBAB

Perubahan posisi kepala, terutama saat membalikkan kepala di bantal saat hendak bangun tidur pagi hari, atau saat mendongakkan kepala saat meraih rak tinggi, merupakan pemicu paling banyak terjadinya serangan ini. BPPV biasanya terjadi karena partikel kalsium yang normalnya terjapat pada bagian tertentu di telinga bagian dalam (utrikulus dan sakulus) berpindah ke bagian lain di telinga bagian dalam (yaitu ke kanalis semisirkularis posterior).

Telinga bagian dalam memiliki tiga buah kanalis semisirkularis, yang berperan dalam keseimbangan tubuh. Tidak seperti kanalis anterior dan horizontal, kanalis semisirkularis posterior merupakan tempat yang paling baik untuk menerima sebagian besar partikel yang terlepas saat malam hari dengan mengikuti gravitasi. Dengan adanya partikel tersebut, maka akan terbentuk endapan kapur yang kemudian dapat berkembang menjadi gumpalan yang membuat pergerakan cairan di dalam kanalis menjadi berlebihkan saat terjadi perubahan posisi kepala. Hal ini mengakibatkan stimulasi berlebihan pada reseptor saraf di dalam kanalis posterior, yang menyebabkan otak merasa kepala bergerak lebih cepat daripada sebenarnya. Informasi ini tidak sesuai dengan informasi dari mata dan sensor posisi tubuh pada sendi-sendri. Ketidaksesuaian ini mengakibatkan terjadinya episode vertigo secara tiba-tiba. Dengan bertambahnya usia, partikel-partikel dapat terlepas dari utrikulus dan sakulus. Atau terlepasnya partikel dapat disebabkan oleh adanya infeksi, cedera, atau pembedahan pada telinga, cedera kepala, atau sumbatan pada pembuluh darah yang menuju telinga bagian dalam.

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

GEJALA

Pada BPPV akan terjadi episode-episode singkat vertigo. Seseorang dengan vertigo akan merasa dirinya, lingkungannya, atau keduanya bergerak atau berputar. Vertigo jenis ini dapat menakutkan, tetapi biasanya tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya. Serangan dapat disertai dengan rasa mual, muntah, dan gerakan abnormal bola mata tertentu (nystagmus). Episode vertigo dimulai 5-10 detik setelah gerakan kepala dan berlangsung kurang dari satu menit. Serangan biasanya mereda dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Terkadang, serangan dapat menetap untuk beberapa bulan dan dapat menyebabkan dehidrasi karena adanya mual dan muntah. Tidak terjadi bising (tinitus) atau hilangnya pendengaran.

DIAGNOSA

Diagnosa dibuat berdasarkan gambaran gejala-gejala dan keadaan saat gangguan terjadi. Biasanya, pemeriksaan yang digunakan adalah manuver Dix-Hallpike, manuver ini dapat menstimulasi kanalis semisirkularis posterior dan memicu timbulnya vertigo dan nystagmus pada orang-orang dengan BPPV atau vertigo jenis lainnya. Penderita duduk pada meja pemeriksaan dengan kepala miring 45o ke kanan. Kemudian penderita dibaringkan dengan kepala tetap pada posisi yang sama dan digantung pada meja pemeriksaan sekitar 20o.

Sumber :http://www.aafp.org

Pada BPPV, terdapat jeda waktu sekitar 5-10 detik sebelum vertigo dan nystagmus terjadi, tetapi jeda waktu ini dapat sampai sekitar 30 detik. Gejala akan berlangsung selama 10-30 detik. Pada orang-orang dengan BPPV, jika manuver ini diulang beberapa kali, maka intensitas vertigo dan nystagmus akan berkurang (habituasi). Pada vertigo yang disebabkan oleh kelainan di otak (misalnya stroke dan multipel sklerosis), manuver ini akan segera memicu timbulnya gejala. Vertigo akan menetap selama kepala masih dipertahankan pada posisi yang sama, dan tidak terjadi habituasi jika manuver diulang.

PENGOBATAN

BPPV mudah untuk diobati. Partikel-partikel dapat dikeluarkan dari kanalis semisirkularis posterior dan kembali ke tempat asalnya. Reposisi partikel ini dibuat dengan melakukan manuver Epley. Manuver ini segera menyembuhkan vertigo pada sekitar 90% penderita. Pengulangan manuver ini dapat menyembuhkan sekitar 5% penderita lainnya. Pada beberapa orang, vertigo dapat muncul kembali. Jika hal ini terjadi, manuver ini dapat kembali dilakukan. Seseorang dapat diajari untuk melakukan manuver ini sendiri di rumah jika seandainya vertigo muncul kembali. Pada sekitar 5% penderita yang tidak sembuh dengan manuver ini, dapat diberikan obat-obatan.

Pada kasus yang jarang, pembedahan diperlukan. Terkadang kanalis horizontal terkena, dan berguling seperti batang kayu dapat mengurangi gejala.

Manuver Epley : Pengobatan Sederhana untuk Vertigo Umum
Beberapa orang mengalami vertigo ketika mereka mengubah posisi kepala dengan cepat, misalnya ketika menggulingkan kepala di atas bantal, menunduk saat mengikat tali sepatu, atau mendongak saat meraih benda di tempat yang tinggi. Vertigo ini biasanya karena BPPV. Vertigo terjadi karena lepasnya partikel kalsium kecil dari tempat asalnya membentuk endapan pada kanalis semisirkularis posterior. Gangguan ini biasanya dapat diatasi dengan melakukan manuver Epley untuk mengeluarkan partikel-partikel tersebut dari kanalis dan kembali ke posisi semula.
Pada manuver ini, tubuh dan kepala penderita digerakkan ke posisi-posisi yang berbeda, satu mengikuti yang lain. Setiap posisi dipertahankan sekitar 30 detik untuk memberi waktu partikel-partikel tersebut bergerak sesuai gravitasi ke tempat lain di dalam kanalis. Untuk melihat apakah manuver ini berhasil, penderita dapat menggerakkan kepala dengan cara yang sama seperti gerakan sebelumnya yang menimbulkan vertigo. Jika vertigo tidak terjadi, maka manuver ini berhasil.
Akhirnya, kepala dan badan diputar sampai hidung menghadap ke lantai. Penderita kemudian duduk dengan tetap menjaga kepala menoleh ke kiri. Ketika penderita sudah duduk tegak, kepala dapat dihadapkan ke depan.
Pertama-tama, penderita duduk, kemudian kepala dimiringkan sekitar 45oke kanan atau ke kiri, tergantung dari sisi mana yang memicu vertigo. Kemudian penderita berbaring dengan kepala tergantung dari tempat tidur. Adanya endapan memicu sinyal berlebih ke otak, sehingga menimbulkan vertigo.
Kepala dibelokkan lebih jauh ke sebelah kiri, sehingga telinga sejajar dengan lantai.
Kepala kemudian diubah ke arah yang berlawanan dengan sudut yang sama.

REFERENSI

– Michael Jacewicz. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Benign Positional Vertigo). 2007.

http://www.merckmanuals.com/home/brain_spinal_cord_and_nerve_disorders/

dizziness_and_vertigo/benign_paroxysmal_positional_vertigo_benign_positional_vertigo.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.