Bayi Besar untuk Masa Kehamilan (BMK)

by -2 views

Bayi Besar untuk Masa Kehamilan (BMK)

Seorang bayi baru lahir (apakah prematur, matur atau post-matur) yang lebih besar dibandingkan dengan umur kehamilannya dikatakan sebagai Besar Untuk Masa Kehamilan (BMK, atau disebut juga LGALarge for Gestational Age).

PENYEBAB

Penyebab utama dari bayi yang sangat besar adalah diabetes yang diderita oleh ibunya. Semakin buruk pengendalian gula darah ibu saat hamil, maka semakin besar ukuran bayi yang akan dilahirkan.

Wanita yang mengalami obesitas atau memiliki riwayat melahirkan bayi yang besar sebelumnya juga berisiko untuk melahirkan bayi yang besar. Beberapa bayi baru lahir yang besar untuk usia kehamilan disebabkan oleh faktor genetik.

Sebab terjadinya pertumbuhan janin yang berlebih bervariasi, tetapi terutama disebabkan oleh adanya zat gizi yang melimpah. Pada wanita hamil dengan diabetes, sejumlah besar gula (glukosa) masuk ke janin melalui plasenta dan menyebabkan tingginya kadar glukosa di dalam darah janin. Sebagai respon terhadap tingginya kadar glukosa, maka pankreas janin menghasilkan sejumlah besar insulin, yang menyebabkan akselerasi pertumbuhan janin, meliputi hampir semua organ, kecuali otak, yang tumbuh dengan normal.

Bayi Besar untuk Masa Kehamilan (BMK)

GEJALA

Gejala-gejala yang muncul tergantung dari komplikasi yang terjadi. Beberapa komplikasi yang sering terjadi :

  • Jumlah sel-sel darah merah yang berlebihan (polisitemia). Bayi baru lahir yang besar untuk masa kehamilan bisa tampak kemerahan, karena terlalu banyak sel-sel darah merah yang dihasilkan. Selain itu, karena banyak sel-sel darah yang dipecahkan, maka terbentuklah bilirubin dalam jumlah besar, yang mengakibatkan terjadinya jaundice.
  • Kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia). Pada bayi baru lahir dari ibu yang mengalami diabetes, terjadi penghentian suplai glukosa dari plasenta secara tiba-tiba saat bayi dilahirkan, yaitu saat tali pusat dipotong, dan karena produksi insulin besar oleh pankreas terus terjadi, maka kadar gula darah bayi menjadi rendah (hipoglikemia). Hipoglikemia seringkali tidak menimbulkan gejala. Terkadang, bayi baru lahir tampak lesu, lemas, atau gelisah. Selain ukuran tubuh yang besar, bayi baru lahir dari ibu dengan diabtes seringkali tidak bisa makan dengan baik selama beberapa hari pertama.
  • Gangguan paru. Terjadi hambatan dalam perkembangan paru pada bayi baru lahir dengan ibu yang memiliki diabetes.
  • Peningkatan risiko terjadinya cedera lahir. Bayi baru lahir yang berukuran lebih besar dari usia kehamilan berisiko tinggi untuk mengalami cedera lahir, misalnya regangan saraf di daerah bahu dan patah tulang selangka. Persalinan per vagina, terutama pada posisi sungsang, mungkin sulit untuk dilakukan, karena ukuran kepala janin yang besar dibandingkan dengan ukuran panggul ibu. Oleh karena itu, janin mungkin perlu dilahirkan secara cesar.

Bayi dari ibu yang memiliki diabetes juga memiliki angka kejadian cacat lahir yang lebih tinggi dibandingkan bayi baru lahir lainnya. Bayi baru lahir yang besar untuk masa kehamilan yang dilahirkan oleh ibu dengan diabetes cenderung akan memiliki berat badan berlebih saat masa kanak-kanak dan saat dewasa. Selain itu, terdapat predisposisi genetik yang membuat mereka berisiko untuk mengalami diabetes tipa II.

DIAGNOSA

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik, dimana berat badan bayi melebihi berat badan rata-rata 90% bayi yang dilahirkan dengan usia gestasi yang sama.

PENGOBATAN

Penanganan terutama ditujukan untuk mengatasi komplikasi yang ada :

  • Untuk mengatasi hipoglikemia pada bayi baru lahir, dapat diberikan glukosa melalui pembuluh darah atau diberikan melalui mulut.
  • Bayi dengan sindroma gawat nafas memerlukan pemberian oksigen tambahan, misalnya melalui selang oksigen yang diberikan di hidung atau dengan alat bantu nafas, seperti ventilator.
  • Bayi yang mengalami jaundice bisa diberikan phototherapy.

PENCEGAHAN

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah bayi baru lahir yang besar untuk masa kehamilan adalah dengan menjaga kadar gula darah tetap baik pada ibu hamil dengan diabetes. Selain itu, perlu dilakukan perawatan yang teratur selama masa kehamilan dan memantau pertambahan berat badan ibu selama hamil.

REFERENSI

– K, Arthur E. Large for Gestational Age. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

http://www.merckmanuals.com/home/childrens_health_issues/problems_in_newborns/

large_for_gestational_age_lga.html

– V, Linda J. Lagre for Gestational Age. Medline Plus. 2011.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/002248.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.