Askariasis (infeksi cacing gelang usus)

by -1 views

Askariasis (infeksi cacing gelang usus)

Askariasis adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh Ascaris lumbricoides.
Infeksi ini terjadi di seluruh dunia tetapi lebih sering ditemukan di daerah beriklim hangat dengan tingkat kebersihan yang buruk.

PENYEBAB

Penyebabnya adalah cacing gelangAscaris lumbricoisdes.

Left/Right: Fertilized eggs of A. lumbricoides in unstained wet mounts of stool. Center: Adult female A. lumbricoides.

Sumber : http://www.cdc.gov

Infeksi dimulai ketika seseorang menelan telur cacing Ascaris, seringkali melalui makanan yang mengalami kontak dengan tanah yang terkontaminasi kotoran manusia yang mengandung telur cacing Ascaris.

Setelah tertelan, telur cacing Ascaris kemudian menetas menjadi larva di usus halus. Larva berpindah di sepanjang dinding usus halus, kemudian masuk ke dalam aliran limfatik dan aliran darah menuju ke paru-paru. Di dalam paru-paru, larva masuk ke dalam kantung udara (alveoli), naik ke saluran pernafasan dan ke tenggorokan, kemudian tertelan. Larva mengalami pematangan di dalam usus halus dan menetap sebagai cacing dewasa. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan. Cacing dewasa dapat memiliki panjang sekitar 15-50 cm dengan diameter 0,25-0,5 cm. Cacing dapat hidup selama 1-2 tahun. Telur yang dihasilkan cacing dewasa dikeluarkan melalui tinja, berkembang di tanah, dan memulai siklus infeksi kembali ketika tertelan.

Gejala bisa timbul sebagai akibat berpindahnya larva melalui paru-paru dan akibat adanya cacing dewasa di dalam usus.

Life cycle of Ascaris lumbricoides

Sumber : http://www.cdc.gov

Askariasis (infeksi cacing gelang usus)

GEJALA

Banyak penderita askariasis tidak memiliki gejala. Namun, berpindahnya larva melalui paru-paru dapat menyebabkan demam, batuk, sesak nafas (mengi), dan terkadang dahak yang mengandung darah.

Sejumlah besar cacing pada usus dapat menyebabkan kram perut dan adakalanya sumbatan pada usus. Keadaan ini paling sering terjadi pada anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan kebersihan yang buruk. Sumbatan pada usus dapat menyebabkan rasa mual, muntah, pembesaran (distensi) perut, dan nyeri perut. Penyerapan zat makanan yang buruk bisa terjadi akibat banyaknya cacing di dalam usus. Anak-anak yang terinfeksi dapat mengalami gangguan pertumbuhan atau pertambahan berat badan. Terkadang cacing dewasa dapat berpindah ke mulut atau hidung, dimuntahkan, atau keluar melalui tinja. Cacing dewasa adakalanya dapat menyumbat usus buntu, saluran empedu, atau saluran pankreas, yang menyebabkan nyeri perut yang hebat.

Distensi perut pada askariasis berat

Sumber : http://www.medscape.com

DIAGNOSA

Askariasis didiagnosa dengan menemukan telur atau cacing dewasa pada contoh tinja, atau pada kasus yang jarang, dengan melihat adanya cacing dewasa pada hidung atau tenggorokan. Kadang pada muntahan penderita dapat juga ditemukan adanya cacing dewasa.

Sumber : http://www.studyblue.com

Pada pemeriksaan darah, jumlah eosinofil dapat meningkat. Cacing dewasa juga mungkin dapat dilihat pada pemeriksaan CT scan atau USG yang dilakukan untuk alasan yang lain. Pada kasus yang jarang, efek dari berpindahnya larva cacing pada paru-paru dapat dilihat pada foto rontgen dada.

PENGOBATAN

Untuk mengobati askariasis dapat diberikan albendazole, mebendazole, atau pyrantel pamoate. Namun, obat-obat ini tidak bole diberikan pada wanita hamil karena dapat membahayakan janin.

PENCEGAHAN

Cara pencegahan askariasis yang paling baik adalah dengan menjaga kebersihan dengan baik dan menghindari makan sayuran mentah yang belum dicuci bersih, terutama di daerah-daerah dimana menggunakan kotoran manusia sebagai pupuk.

REFERENSI

– P, Richard D. Ascariasis. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.

http://www.merckmanuals.com/home/infections/parasitic_infections/ascariasis.html

– Centers for Disease Control and Prevention. Ascariasis. Atlanta. 2013.

http://www.cdc.gov/parasites/ascariasis/disease.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.