Artrografi (Arthrography)

by -1 views

Artrografi (Arthrography)

Artrografi (Arthrography) merupakan suatu pemeriksaan foto sinar-X yang digunakan untuk memeriksa sendi, misalnya sendi lutut atau bahu, saat pemeriksaan foto sinar-X biasa tidak mencukupi.

Pada artrografi, dilakukan foto sinar-X serial pada sendi yang diperiksa dengan berbagai posisi setelah zat kontras disuntikkan pada sendi tersebut. Pemeriksaan ini paling sering digunakan untuk memeriksa sendi lutut dan bahu, tetapi bisa juga diguakan untuk sendi lain, seperti pergelangan tangan, pergelangan kaki, pinggul, atau siku.

PENYEBAB

Artrografi bisa dilakukan untuk memeriksa sendi yang mengalami rasa nyeri, rasa tidak enak, atau gangguan fungsi menetap. Alasan lain untuk melakukan artrografi antara lain :
– untuk mengidentifikasi adanya kelainan pada jaringan lunak sendi, seperti ligamen, tulang rawan, dan kapsul sendi
– untuk mengevaluasi kerusakan akibat dislokasi sendi berulang
– untuk melihat adanya kista sinovial

Ada berbagai risiko yang bisa terjadi pada pemeriksaan angiografi paru :
– Infeksi pada tempat bekas suntikan zat kontras
– Reaksi alergi terhadap zat kontras yang disuntikan. Namun, reaksi ini jarang terjadi, karena zat kontras tidak disuntikkan ke dalam pembuluh darah

Artrografi tidak dianjurkan untuk :
– orang-orang dengan radang sendi akut atau dengan infeksi sendi
– orang-orang yang alergi terhadap zat kontras
– wanita hamil

Artrografi (Arthrography)

GEJALA

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan pemeriksaan :

  • Informasikan ke dokter atau tenaga medis jika terdapat riwayat paparan radiasi sebelumnya, misalnya pernah rontgen atau CT scan. Risiko pemeriksaan berhubungan dengan akumulasi paparan radiasi yang didapat dari berbagai pemeriksaan atau pengobatan selama waktu tertentu.
  • Katakan pada dokter atau tenaga medis jika sedang hamil atau kemungkinan hamil. Paparan radiasi saat kehamilan bisa menyebabkan terjadinya cacat bawaan
  • Orang-orang yang memiliki alergi atau sensitif terhadap obat-obatan, zat kontras, yodium, obat anestesi lokal, atau lateks harus memberitahukannya pada dokter ataupun petugas medis yang ada.
  • Pemeriksaan bisa dilakukan tanpa rawat inap, atau bisa juga sebagai bagian dari pemeriksaan pasien saat rawat inap.

DIAGNOSA

Persiapan yang harus diketahui dan dilakukan sebelum pemeriksaan artrografi :

  • Dokter akan menjelaskan prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan. Utarakan pertanyaan, jika ada, mengenai prosedur yang akan dilakukan.
  • Anda akan diminta untuk menandatangani surat persetujuan dilakukannya tindakan. Bacalah dengan seksama dan tanyakan jika ada sesuatu yang belum jelas.
  • Beritahukan pada dokter ataupun petugas medis jika Anda memiliki alergi atau sensitif terhadap obat-obatan tertentu, obat anestesi, zat kontras, yodium, atau lateks.
  • Beritahukan pada dokter ataupun petugas medis jika Anda hamil atau mungkin hamil.
  • Beritahukan pada dokter tentang semua obat yang Anda konsumsi, termasuk supplemen herbal.
  • Beritahukan pada dokter jika Anda memiliki riwayat gangguan perdarahan atau jika Anda mengkonsumsi obat-obat pengencer darah, seperti aspirin, atau obat lain yang mengganggu pembekuan darah. Hal ini penting untuk dilakukan, karena sebaiknya obat-obat tersebut dihentikan sebelum tindakan dilakukan.
  • Umumnya, tidak diperlukan pembatasan makanan atau aktivitas untuk pemeriksaan artrografi
  • Persiapan lainnya mungkin diperlukan, tergantung kondisi medis masing-masing orang.

Hal-hal yang terjadi pada saat pemeriksaan artrografi :

  • Dokter atau tenaga medis yang melakukan pemeriksaan akan menjelaskan prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan. Utarakan pertanyaan, jika ada, mengenai prosedur yang akan dilakukan.
  • Pakaian, perhiasan atau benda yang mungkin bisa mengganggu pemeriksaan harus dilepas.
  • Pakaian khusus akan diberikan untuk digunakan selama pemeriksaan.
  • Anda akan diposisikan pada meja pemeriksaan
  • Selama pemeriksaan berlangsung, usahakan untuk tidak bergerak, kecuali diminta untuk mengubah posisi. Kerja sama sangat penting untuk mendapatkan hasil pemeriksaan dengan kualitas yang baik.
  • Pertama-tama, foto sinar-X pada sendi yang diperiksa akan dilakukan sebelum zat kontras disuntikkan, sebagai perbandingan dengan foto yang didapat sesudah pemberian zat kontras.
  • Kulit disekitar sendi yang diperiksa akan ditutupi oleh kain steril dan dibersihkan dengan larutan antiseptik.
  • Daerah disekitar sendi akan dibuat baal/tidak berasa, yaitu dengan suntikan obat anestesi lokal.
  • Jika terdapat cairan dalam sendi, maka cairan ini akan diambil dengan jarum khusus.
  • Zat kontras kemudian disuntikkan ke sendi yang diperiksa.
  • Saat zat kontras disuntikkan mungkin akan timbul rasa hangat/panas atau rasa logam di mulut. Efek ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa saat.
  • Setelah suntikan selesai, Anda akan diminta untuk menggerakan sendi tersebut agar zat kontras dapat menyebar ke seluruh bagian sendi.
  • Anda harus mengatakan pada dokter atau petugas medis yang ada jika timbul rasa sesak, sulit bernafas, baal, berkeringat, atau jantung berdebar-debar.
  • Setelah zat kontras telah menyebar ke seluruh bagian sendi, dilakukan foto sinar-X serial dengan berbagai posisi.;
  • Tindakan artrografi itu sendiri tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi mungkin bisa terasa agak tidak nyaman atau nyeri karena mempertahankan posisi agar sendi tidak bergerak saat dilakukan pemeriksaan. Hal ini terutama terjadi jika terdapat cedera pada sendi.

PENGOBATAN

Apa yang terjadi setelah pemeriksaan artrografi?

  1. Setelah pemeriksaan selesai, sendi yang diperiksa akan dibalut dengan perban elastik selama beberapa hari. Anda perlu mengetahui bagaimana cara memasang dan melepas perban saat dirumah, misalnya saat hendak mandi.
  2. Sendi perlu diistirahatkan selama beberapa jam setelah pemeriksaan.
  3. Bisa terjadi sedikit pembengkakan pada sendi yang diperiksa. Untuk itu, bisa diberikan kompres dingin pada sendi yang membengkak. Tetapi jika pembengkakan tidak menghilang atau bertambah besar setelah 1-2 hari, maka konsultasikan pada dokter Anda.
  4. Bisa terdengar suara derak saat sendi digerakkan selama beberapa hari setelah pemeriksaan. Hal ini normal terjadi, dan akan menghilang dalam waktu beberapa hari.
  5. Aspirin dan obat anti-nyeri tertentu lainnya bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan. Untuk itu, gunakan obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter.
  6. Hubungi dokter jika ditemukan hal-hal sebagai berikut :
    1. demam
    2. kemerahan, bengkak, perdarahan, atau keluarnya cairan dari tempat bekas suntikan
    3. nyeri semakin hebat di sekitar tempat suntikan
  7. Anda dapat makan seperti biasa, kecuali dokter mengatakan yang sebaliknya, tergantung dari kondisi medis masing-masing orang.

REFERENSI

– Johns Hopkins Medicine. Arthrography. http://www.hopkinsmedicine.org/

healthlibrary/test_procedures/orthopaedic/arthrography_92,P07653/

Leave a Reply

Your email address will not be published.