Antraks

by -1 views

Antraks

Antraks adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit ini dapat mengenai kulit, paru-paru, atau saluran pencernaan. Antraks sangat menular dan dapat berakibat fatal. Antraks dapat menyebar ke manusia dari hewan, terutama sapi, kambing dan domba.

PENYEBAB

Penyebabnya adalah bakteri Bacillus anthracis.

Antraks dapat terjadi pada hewan liar atau hewan peliharaan pemakan rumput, misalnya sapi, domba, dan kambing. Bakteri antraks menghasilkan spora yang dapat hidup selama bertahun-tahun di tanah. Hewan pemakan rumput menjadi terinfeksi katika mereka memakan bakteri. Biasanya, antraks terjadi pada manusia akibat adanya kontak dengan hewan yang terinfeksi atau produk hewan yang terinfeksi (misalnya wool). Spora dapat berada pada produk yang berasal dari hewan untuk waktu yang lama dan tidak mudah dihancurkan oleh suhu dingin atau panas. Kontak yang ringan pun dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Infeksi pada manusia biasanya terjadi melalui kontak kulit (spora antraks masuk melalui luka pada kulit), tetapi dapat juga terjadi akibat menghirup (inhalasi) spora atau memakan daging yang tidak matang yang terkontaminasi. Antraks tidak dapat menular dari orang ke orang.

Antraks merupakan senjata biologis yang potensial karena spora antraks dapat menyebar lewat udara dan dapat terhirup.

Bakteri antraks menghasilkan berbagai toksin yang dapat menyebabkan banyak gejala.

Antraks

GEJALA

Gejala yang muncul bervariasi, tergantung bagaimana infeksi didapat, apakah melalui kulit, inhalasi, atau saluran pencernaan.

Antraks Kulit

Sumber : http://www.umm.edu

Lebih dari 95% kasus antraks mengenai kulit. Gejala bisa muncul dalam waktu 1 – 12 hari setelah terpapar bakteri. Gejala awal yang muncul berupa benjolan merah-coklat yang gatal, tetapi tidak terasa nyeri. Benjolan kemudian berubah menjadi lepuhan yang akhirnya pecah dan membentuk keropeng disertai pembengkakan di sekitarnya. Kelenjar getah bening di dekatnya bisa ikut membengkak dan penderita bisa merasa tidak enak badan, terkadang disertai dengan nyeri otot, sakit kepala, demam, mual, dan muntah. Sekitar 20% penderita yang tidak diobati akan meninggal, tetapi dengan pengobatan yang baik kematian jarang terjadi.

Antraks Inhalasi (Penyakit Woolsorter’s)

Sumber : http://www.howstuffworks.com

Antraks bentuk ini lebih serius dan terjadi akibat spora antraks yang terhirup ke saluran nafas. Spora antraks dapat berada di paru-paru selama berminggu-minggu, tetapi pada akhirnya spora masuk ke dalam sel-sel darah putih, bertambah banyak, dan menyebar ke kelenjar getah bening di dada. Bakteri menghasilkan toksin yang membuat kelenjar getah bening menjadi bengkak, pecah, dan berdarah, menyebabkan infeksi menyebar ke struktur jaringan di sekitarnya. Cairan infeksius terkumpul pada ruangan antara paru-paru dan dinding dada.

Gejala-gejala dapat terjadi dalam waktu 1-43 hari sejak paparan. Awalnya, gejala-gejala yang muncul tidak jelas dan mirip dengan gejala flu, yaitu ditandai dengan adanya demam, nyeri otot yang ringan, rasa tidak enak pada dada, dan batuk kering. Setelah beberapa hari kemudian, penderita tiba-tiba menjadi sulit bernafas, terasa nyeri di dada, dan mengalami demam tinggi. Tekanan darah dapat turun dengan cepat sehingga bisa terjadi syok dan koma. Gejala-gejala ini tampaknya disebabkan oleh adanya pelepasan toksin bakteri yang hebat.

Sumber : http://www.riversideonline.com

Infeksi pada otak dan cairan di sekitar lapisan yang meliputi otak (meningoencephalitis) seringkali terjadi. Banyak penderita yang meninggal dalam waktu 1-2 hari setelah gejala-gejala berat muncul, bahkan dengan pengobatan dini. Tanpa pengobatan, semua penderita antraks inhalasi akan meninggal.

Antraks Pada Saluran Cerna

Sumber : http://www.howstuffworks.com

Antraks bentuk ini jarang terjadi. Antraks pada saluran cerna terjadi akibat seseorang makan daging yang terkontaminasi. Bakteri tumbuh di dalam mulut, tenggorokan, atau usus, dan melepaskan toksin yang menyebabkan perdarahan hebat serta kematian jaringan. Gejala-gejala yang dialami penderita dapat berupa demam, sakit tenggorokan, pembengkakan di leher, nyeri perut, diare berdarah, dan muntah darah. Meskipun dengan terapi, antraks pada saluran cerna dapat menyebabkan kematian pada sekitar setengah penderita.

DIAGNOSA

Dugaan antraks kulit didasarkan dari gejala fisik yang khas. Adanya riwayat kontak dengan hewan atau produk hewan atau berada pada daerah dimana terdapat orang lain yang terkena antraks dapat menunjang diagnosis. Pemeriksaan rontgen dada dan CT scan dapat dilakukan jika diduga terjadi antraks inhalasi. Untuk memastikan diagnosa dilakukan pemeriksaan contoh jaringan kulit yang terinfeksi, cairan di sekitar paru-paru, atau feces untuk menemukan bakteri penyebabnya secara mikroskopis atau melalui kultur (biakan). Pada penderita antraks inhalasi, dapat dilakukan pengambilan dahak atau darah atau cairan serebrospinal untuk kemudian diperiksa dan dianalisa penyebabnya. Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk menemukan fragmen bakteri atau antibodi terhadap toksin bakteri.

PENGOBATAN

Semakin lama terapi ditunda, maka risiko kematian akibat antraks akan semakin besar. Untuk itu, terapi biasanya segera dimulai setelah ada dugaan antraks.

Antraks kulit diobati dengan pemberian antibiotik, misalnya ciprofloxacin atau doxycycline per-oral.

Antraks inhalasi atau antraks pada saluran cerna diobati dengan pemberian antibiotik intravena (melalui pembuluh darah), seperti ciprofloxacin atau doxycycline ditambah clindamycin, dengan atau tanpa rifampin. Kortikosteroid dapat membantu mengatasi gejala-gejala antraks inhalasi.

PENCEGAHAN

Orang-orang yang memiliki resiko tinggi kontak dengan hewan (misalnya dokter hewan, teknisi laboratoriuim dan pekerja pemintalan tekstil yang mengolah bulu binatang) bisa mendapatkan vaksinasi terhadap antraks.

Orang-orang yang terpapar antraks dapat diberikan antibiotik melalui mulut, misalnya ciprofloxacin, doxycycline, atau amoxicillin. Antibiotik ini dilanjutkan selama 60 hari untuk mencegah terjadinya infeksi. Seseorang tidak perlu mendapatkan antibiotik jika ia telah mendapatkan vaksinasi antraks dalam jumlah yang cukup.

REFERENSI

– L, Matthew E. Anthrax. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

http://www.merckmanuals.com/home/infections/bacterial_infections/anthrax.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.