Ambliopia Toksika

by -3 views

Ambliopia Toksika

Ambliopia Toksika adalah suatu keadaan dimana terjadi kerusakan pada saraf optik karena kurang gizi atau akibat paparan zat yang berbahaya bagi saraf optik, seperti timah, metanol, atau obat-obat tertentu.

PENYEBAB

Ambliopia toksika dapat terjadi akibat kurang gizi, terutama akibat kekurangan vitamin B12. Orang-orang yang mengkonsumsi alkohol adalah yang paling rentan untuk terkena ambliopia toksika (disebut juga ambliopia nutrisional). Penyebab sebenarnya kemungkinan karena kurang gizi, daripada efek toksik dari alkohol itu sendiri.

Pada kasus yang jarang, ambliopia disebabkan oleh obat-obatan, seperti chloramphenicol, isoniazid, ethambutol, dan digoxin. Ambliopia juga dapat disebabkan oleh zat beracun, seperti timah, metanol, atau ethylene glycol.

Ambliopia Toksika

GEJALA

Terjadi gangguan penglihatan secara bertahap dalam waktu beberapa hari sampai beberapa minggu. Dapat muncul titik buta (blind spot), yaitu penurunan fungsi penglihatan pada daerah kecil pada lapang penglihatan. Titik buta ini dapat membesar secara bertahap. Titik buta mungkin tidak disadari pada awalnya. Jika kelainan ini disebabkan oleh paparan zat beracun atau akibat kekurangan gizi, maka kelainan ini biasanya mengenai kedua mata. Keracunan ethylene glycol dan terutama metanol dapat menyebabkan hilangnya penglihatan total seketika. Kedua zat tersebut juga dapat menyebabkan gejala-gejala serius lainnya, seperti kesulitan bernafas, muntah, nyeri perut, dan penurunan kesadaran (koma).

DIAGNOSA

Diagnosis dibuat berdasarkan adanya riwayat paparan terhadap zat kimia atau zat beracun tertentu, adanya gejala-gejala pada mata, dan hasil pemeriksaan ketajaman penglihatan. Terkadang dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk melihat apakah terdapat kandungan zat beracun di dalam tubuh atau untuk menentukan apakah terjadi kekurangan vitamin tertentu.

PENGOBATAN

Dengan pengobatan yang cepat dan tepat, kebanyakan orang dapat pulih dari gangguan penglihatan yang terjadi. Penderita harus menghindari alkohol dan zat-zat atau obat lain yang dapat bersifat toksik. Penderita harus makan makanan dengan gizi seimbang dan mengkonsumsi vitamin tambahan, seperti asam folat dan vitamin B kompleks. Namun, jika penyebabnya terutama adalah kekurangan vitamin B12, maka pemberian vitamin tambahan yang diminum saja tidaklah cukup. Kekurangan vitamin B12 perlu diberikan suntikan vitamin B12. Jika ambliopia disebabkan oleh keracunan timah, maka obat-obat chelating, seperti dimercaprol atau succimer, dapat membantu untuk mengeluarkan timah dari tubuh. Jika ambliopia disebabkan oleh keracunan ethylene glycol atau metanol, maka perlu dilakukan hemodialisis segera dan pemberian obat fomepizole.

REFERENSI

– G, James. Toxic Amblyopia. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

http://www.merckmanuals.com/home/ag/eye_disorders/optic_nerve_disorders/toxic_amblyopia.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.