Aktinomikosis

by -4 views

Aktinomikosis

Aktinomikosis adalah suatu infeksi menahun yang disebabkan terutama oleh Actinomyces israelii, bakteri yang bisa ditemukan di gusi, gigi, amandel, dan selaput yang melapisi usus serta vagina sebagai bakteri non-patogen (normalnya tidak menyebabkan penyakit).

Aktinomikosis memiliki berbagai bentuk yang semuanya menimbulkan abses. Bentuk-bentuk aktinomikosis tersebut didasarkan dari lokasi infeksinya, yaitu abdominalis, pelvis, servikofasialis, torakalis, dan generalisata.

Aktinomikosis paling sering menyerang pria dewasa, tetapi dapat juga terjadi pada wanita yang menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR, IUD, spiral).

PENYEBAB

Aktinomikosis biasanya disebabkan oleh bakteri anaerob, yaitu bakteri Actinomyces israelii.

Bakteri ini menyebabkan infeksi hanya jika terjadi kerusakan pada lapisan permukaan jaringan tempatnya berada, sehingga bakteri dapat masuk ke jaringan yang lebih dalam, misalnya akibat trauma, pembedahan, atau infeksi. Infeksi ini menyebabkan terbentuknya abses di berbagai tempat, dan dengan menyebarnya infeksi, terbentuk jaringan parut dan saluran yang abnormal (fistula). Setelah berbulan-bulan sampai bertahun-tahun kemudian, fistula pada akhirnya dapat mencapai kulit dan mengeluarkan nanah. Abses (kantong nanah) dapat terbentuk di dada, perut, wajah, atau leher. Infeksi ini tidak menular.

Aktinomikosis

GEJALA

Bentuk Abdominalis

Bakteri menginfeksi usus, biasanya pada daerah di dekat appendiks (usus buntu), dan pada lapisan rongga perut (peritoneum). Gejala-gejala yang sering ditemukan adalah nyeri perut, demam, muntah, diare atau konstipasi, dan penurunan berat badan.

Fistula (saluran yang abnormal) dapat terbentuk dari bagian dalam perut ke kulit di atasnya dan antara usus dengan organ lainnya.

Bentuk Pelvic

Bakteri menyebar ke rahim, biasanya dari IUD yang telah dipasang selama bertahun-tahun. Abses dan jaringan parut dapat terbentuk di tuba fallopi, ovarium (indung telur), dan organ-organ di dekatnya, misalnya kandung kemih dan ureter (saluran kencing). Fistula dapat terbentuk di antara organ-organ ini.

Gejala-gejala yang dapat ditemukan antara lain nyeri perut atau panggul kronis, demam, penurunan berat badan, dan keluarnya darah atau sekret dari vagina.

Bentuk Servikofasialis (Lumpy Jaw)

Biasanya terjadi pembengkakan kecil yang keras dan kadang terasa nyeri pada mulut serta pada kulit wajah, leher, atau bawah rahang (lumpy jaw). Pembengkakan ini dapat melunak dan mengeluarkan nanah yang terdiri dari granula-granula kecil, bulat, dan berwarna kekuningan. Infeksi dapat meluas ke pipi, lidah, tenggorokan, kelenjar liur, atau selaput otak (meningens).

Abses aktinomikosis

Sumber : http://www.scripps.org

Bentuk Torakalis

Pada bentuk ini, infeksi mengenai dada. Penderita mengalami nyeri dada kronis, demam, batuk, yang kadang berdahak, serta penurunan berat badan. Seseorang kemungkinan dapat terinfeksi akibat menghirup cairan yang mengandung bakteri dari mulutnya. Abses dapat terbentuk di paru-paru dan pada akhirnya menyebar ke lapisan antara paru-paru dan dinding dada (pleura). Abses menyebabkan iritasi (pleuritis) dan kumpulan cairan yang terinfeksi (empyema). Fistula dapat terbentuk, menyebabkan infeksi dapat menyebar ke tulang rusuk, tulang belakang, dan kulit di dada.

Bentuk Generalisata

Pada kasus yang jarang, bakteri masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ lain, seperti otak, hati, paru-paru, ginjal, dan katub jantung.

DIAGNOSA

Dugaan aktinomikosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada. Kemudian, dilakukan berbagai pemeriksaan untuk mengkonfirmasi diagnosa, yaitu pemeriksaan foto rontgen dada dan pemeriksaan contoh nanah, dahak, atau jaringan yang terinfeksi untuk menemukan adanya Actinomyces israelii.

PENGOBATAN

Pengobatan aktinomikosis biasanya membutuhkan pemberian antibiotik selama beberapa bulan sampai satu tahun. Operasi untuk mengangkat lesi atau drainase abses mungkin diperlukan. Jika kondisi ini berhubungan dengan pemakaian IUD, maka IUD harus diangkat.

PENCEGAHAN

Menjaga kebersihan mulut dengan baik serta rajin memeriksakan gigi ke dokter gigi dapat membantu untuk mencegah terjadinya aktinomikosis.

REFERENSI

– L, Matthew E. Actinomycosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

http://www.merckmanuals.com/home/infections/bacterial_infections/actinomycosis.html

– V, Linda J. Actinomycosis. Medline Plus. 2011. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/

article/000599.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.