Abses Peritonsiler

by -2 views

Abses Peritonsiler

Abses Peritonsiler, atau disebut juga Quinsy, adalah penimbunan nanah di daerah belakang mulut, di sekitar tonsil (amandel).

Abses peritonsiler biasanya terjadi pada anak-anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa muda. Tetapi sejak adanya antibiotik yang digunakan untuk mengobati tonsilitis, penyakit ini sekarang relatif jarang terjadi.

PENYEBAB

Abses peritonsiler paling sering disebabkan oleh bakteri streptokokus beta hemolitik grup A, tetapi terkadang bisa juga disebabkan oleh bakteri lainnya.

Abses peritonsil biasanya terjadi sebagai komplikasi dari tonsilitis. Jika infeksi terjadi pada tonsil dan menyebar ke jaringan sekitarnya, maka bisa terbentuk abses. Dewasa ini, abses peritonsiler jarang terjadi karena adanya penggunaan antibiotik untuk mengobati tonsilitis.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan terbentuknya abses peritonsil :

  • infeksi gigi dan gusi
  • tonsilitis kronis
  • infeksi mononukleosis
  • merokok
  • leukemia limfositik kronik
  • endapan kalsium atau batu pada tonsil

Abses Peritonsiler

GEJALA

Biasanya tanda awal abses peritonsil adalah sakit tenggorokan. Beberapa gejala yang biasanya terjadi adalah :

  • adanya tonsil (amandel) yang membengkak dan merah
  • tonsil (amandel) yang membesar mendorong uvula
  • kelenjar getah bening leher pada sisi yang terkena membengkak dan terasa nyeri
  • nyeri tenggorokan yang hebat, biasanya pada satu sisi
  • nyeri dan kesulitan dalam menelan atau membuka mulut
  • adanya demam dan menggigil
  • sakit kepala
  • sakit pada telinga
  • air ludah mengalir keluar atau tidak mampu menelan air ludah
  • suara seperti bergumam (seperti berbicara saat ada benda panas di mulut – hot potato voice) atau serak
  • bau mulut yang tidak enak

Abses peritonsil yang tidak diobati untuk waktu yang lama bisa menyebabkan komplikasi yang serius, misalnya penyebaran infeksi ke daerah rahang bawah, leher, atau dada, bahkan terkadang sampai ke paru-paru dan menyebabkan terjadinya pneumonia.

Jaringan yang membengkak bisa menyebabkan sumbatan pada jalan nafas. Keadaan ini bersifat mengancam nyawa dan merupakan suatu kedaruratian medis.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan mulut dan tenggorokan seringkali menunjukkan adanya pembengkakan pada satu sisi tenggorokan dan pada langit-langit mulut. Uvula pada tenggorokan bagian belakang bisa terdorong akibat pembengkakan. Selain itu, leher juga bisa tampak kemerahan dan membengkak. Kelenjar getah bening pada sisi yang terkena biasanya membesar.

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan :

  • Aspirasi abses dengan jarum untuk memastikan infeksi
  • CT scan atau MRI untuk melihat abses lebih jelas

Pembiakan cairan yang berasal dari abses bisa menunjukkan adanya bakteri.

PENGOBATAN

Penanganan yang biasanya dilakukan untuk abses peritonsil adalah mengeluarkan nanah di dalamnya. Nanah bisa dikeluarkan dengan menggunakan jarum suntik (aspirasi) atau membuat sayatan kecil pada abses.

Jika cara ini tidak berhasil, maka mungkin perlu dilakukan pengangkatan tonsil (amandel) melalui pembedahan, yang disebut tonsilektomi. Tindakan ini sebaiknya dilakukan pada orang-orang yang sering mengalami tonsilitis atau pernah mengalami abses peritonsil sebelumnya.

Jika penderita mengalami kesulitan untuk minum atau makan, maka perlu dilakukan pemasangan infus untuk menjaga hidrasi tubuh. Obat-obat untuk mengatasi rasa nyeri dan antibiotik juga diberikan.

PENCEGAHAN

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terbentuknya abses peritonsil, antara lain dengan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta tidak merokok.

Jika terjadi tonsilitis, terutama tonsilitis bakteri, maka infeksi perlu segera diobati sampai tuntas untuk mencegah terjadinya abses.

REFERENSI

– B, Elana P. Peritonsillar Abscess. KidsHealth. 2012.

http://kidshealth.org/teen/infections/bacterial_viral/peritonsillar_abscess.html#

– D, Steve. Peritonsillar Abscess. Web MD. 2013.

http://www.webmd.com/oral-health/guide/peritonsillar-abcess

– G, Amber E. Peritonsillar Abscess. Health Line. 2012.

http://www.healthline.com/health/peritonsillar-abscess

– S, Clarence T. Peritonsillar Abscess and Cellulitis. The Merck Manual. 2012.

http://www.merckmanuals.com/professional/ear_nose_and_throat_disorders/

oral_and_pharyngeal_disorders/peritonsillar_abscess_and_cellulitis.html

– S, Seth. Peritonsillar Abscess. Medline Plus. 2012.

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000986.htm

Leave a Reply

Your email address will not be published.